Juli 2026

bugis Indonesia 1




Bahasa Bugis merupakan salah satu bahasa daerah di 

Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah penutur besar 

dan sampai sekarang masih digunakan sebagai alat komunikasi 

oleh warga  Bugis. Bahasa Bugis berfungsi sebagai lambang 

identitas dan kebanggaan bagi warga  Bugis. Bahasa Bugis 

yang merupakan salah satu bahasa mayor di Provinsi Sulawesi 

Selatan berandil besar dalam memperkaya khazanah kosakata 

bahasa Indonesia. 

Bahasa Bugis terdiri atas 27 dialek. Dialek-dialek 

tersebut meliputi: (1) dialek Bone, (2) dialek Pangkep, (3) dialek 

Makassar, (4) dialek Pare-Pare, (5) dialek Wajo, (6) dialek 

Sidenreng Rappang, (7) dialek Soppeng, (8) dialek Sinjai, (9) 

dialek Pinrang, (10) dialek Malimpung, (11) dialek Dentong, 

(12) dialek Pattinjo, (13) dialek Kaluppang, (14) dialek Maiwa, 

(15) dialek Dialek Maroangin, (16) dialek Wani, (17) dialek 

Bugis Kayowa, (18) dialek Buol Pamoyagon (Bugis 

Pomayagon), (19) dialek Buol Bokat (Bugis Bokat),(20) dialek 

Jambi, (21) dialek Kalimantan Selatan, (22) dialek Lampung, 

(23) dialek Sulawesi Tenggara, (24) dialek Bali, (25) dialek 

Sulawesi Tengah, (26) dialek Riau, dan (27) dialek Kalimantan 

Timur. (Bugis - Peta Bahasa (kemdikbud.go.id). 

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bertugas untuk 

melakukan Pembinaan, Pengembangan, dan Pelindungan 

Penggunaan Bahasa dan Sastra di Provinsi Sulawesi Selatan dan 

Provinsi Sulawesi Barat. Dalam pelaksanaan tugasnya, Balai 

Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan fungsi 

sesuai dengan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Salah 

satunya adalah melestarikan bahasa daerah melalui kodifikasi 

bahasa. Kodifikasi bahasa sangat diperlukan di dalam upaya 

pelestarian budaya bangsa. Upaya ini dapat ditempuh, salah 

satunya, melalui bidang perkamusan, yakni dengan 

 

menghasilkan produk kamus. Kamus yang merupakan hasil 

kodifikasi bahasa menjadi salah satu sumber rujukan yang andal 

dalam memahami makna kata dalam bahasa tertentu. 

Dengan mempertimbangkan hal di atas, Balai Bahasa 

Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan produk kamus sebagai 

rujukan yang berisi lema dan sublema bahasa Bugis. Kamus 

pertama yang dimiliki oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi 

Selatan adalah Kamus Bahasa Bugis—Indonesia yang disusun 

oleh Prof. M. Ide Said DM pada 1978 melalui proyek 

Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. Kamus 

Bahasa Bugis—Indonesia sebagai keluaran dari Penataran 

Leksikografi oleh Lembaga Bahasa Nasional yang dilaksanakan 

pada 9 Juni s.d. 4 Agustus 1974 di Tugu, Kota Bogor, Provinsi 

Jawa Barat. Kamus Bahasa Bugis—Indonesia yang diterbitkan 

ini sangat sederhana karena hanya berisi beberapa lema dan 

sublema dengan dialek Bugis yang beragam. Meskipun 

demikian, terbitnya kamus pertama ini dapat memperkaya 

khazanah kepustakaan, khususnya dalam bidang perkamusan dan 

bermanfaat untuk pemerkayaan kosakata bahasa Indonesia pada 

masa mendatang. 

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang 

berpengaruh besar dalam segala hal, termasuk perkamusan, Balai 

Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan 

pengembangan kamus bahasa Bugis melalui pemutakhiran 

Kamus Bahasa Bugis—Indonesia. Pemutakhiran Kamus Bahasa 

Bugis—Indonesia diprogramkan pada 2012 dengan nama 

kegiatan ―Pemutakhiran Kamus Dwi Bahasa Bugis—Indonesia‖. 

Di dalam kamus ini, ada  penambahan lema dan sublema 

yang bersumber dari informan yang berasal dari penutur jati 

bahasa Bugis dan buku Aku Bangga Berbahasa Bugis yang 

disusun oleh M. Arifuddin Nur. 

Pemutakhiran kamus yang telah dilakukan pada 2012 

terbatas pada pelaporanan dan penyajiannya masih belum 

lengkap untuk dijadikan sebagai referensi kamus cetak. Selain 

itu, kebutuhan pengguna kamus yang semakin meningkat 

menjadi alasan untuk memutakhirkan kembali Kamus Bahasa 

Bugis—Indonesia sampai pada tahap penerbitan. Oleh sebab itu, 

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan memprogramkan 

pemutakhiran Kamus Bahasa Bugis—Indonesia pada 2020—

2021. Pemutakhiran kamus yang dilakukan selama dua tahun ini 

dibagi berdasarkan urutan abjad, yakni pada 2020, dilakukan 

pemutakhiran Kamus Bahasa Bugis—Indonesia untuk abjad A—

K dan pada 2021 dilakukan pemutakhiran Kamus Bahasa 

Bugis—Indonesia untuk abjad L—W. 

Pemutkahiran ini dilakukan dengan menambahkan lema, 

sublema, lafal, kelas kata, makna, dan contoh. Penambahan lema 

dan sublema bersumber dari buku Aku Bangga Berbahasa Bugis, 

hasil inventarisasi kosakata pada 2017—2019, cerita rakyat, dan 

berdasarkan pengetahuan tim pemutakhir yang merupakan 

penutur jati bahasa Bugis. 

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan oleh tim 

pemutakhiran Kamus Bahasa Bugis—Indonesia, sebelum 

dimutakhirkan data kamus berjumlah 9430 lema dan sublema. Di 

dadalmnya, ada  penambahan 1660 lema dan sublema. Jadi, 

total data kamus yang telah dimutakhirkan pada 2020—2021 

sebanyak 11090 lema dan sublema. Jumlah tersebut terdiri atas 

5251 lema dan sublema pada pemutakhiran kamus 2020 dan 

5839 lema dan sublema pada pemutakhiran kamus 2021.  Selain 

penambahan, dilakukan pula pengurangan beberapa lema dan 

sublema karena penulisan yang sama atau ganda. 

Dalam pelaksanaannya, penyusunan kamus hendaknya 

diawali dengan penentuan jenis kamus, tipe kamus, dan sasaran. 

Hal ini dilakukan agar mempermudah tahap pengumpulan data 

lema dan sublema serta mempertimbangkan kebermanfaatan 

kamus nantinya. Kamus Bahasa Bugis—Indonesia Edisi Revisi 

ini adalah kamus yang dimutakhirkan dari kamus yang pernah 

ada sebelumnya. Jenis kamus ini adalah kamus dwibahasa yang 

berisi padanan kata dari bahasa sumber (bahasa Bugis) ke dalam 

bahasa sasaran (bahasa Indonesia). Pada terbitan sebelumnya, 

tidak dijelaskan tipe dan sasaran kamus yang dimaksud. Oleh 

sebab itu, tim pemutakhir berusaha untuk mendeteksi tipe kamus 

dengan melihat lema dan sublema yang telah disusun 

sebelumnya. Hasil pendeteksian tim pemutakhir Kamus Bahasa 

Bugis—Indonesia menyimpulkan bahwa kamus yang 

dimutakhirkan ini merupakan kamus umum yang terdiri atas 

gabungan beberapa dialek bahasa Bugis. Kamus ini termasuk 

kamus dwibahasa yang bertipe reseptif atau pasif. Sasaran 

pengguna kamusnya adalah penutur umum yang berbahasa 

Indonesia. Mereka akan dimudahkan untuk mencari makna suatu 

kata agar dapat memahami (suatu teks) atau menerjemahkan kata 

tersebut ke dalam bahasa sasaran. 

Teknik pengumpulan data Kamus Bahasa Bugis—

Indonesia Edisi Revisi ini dilakukan melalui studi pustaka. 

Sumber pustakanya meliputi cerita rakyat, buku Aku Bangga 

Berbahasa Bugis, laporan inventarisasi kosakata bahasa Bugis 

pada 2017—2019. 

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan merupakan unit 

pelaksana teknis (UPT) yang berada di bawah Badan 

Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian 

Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dahulu, UPT ini 

bernama Balai Penelitian Bahasa Ujung Pandang. UPT ini 

dahulu memiliki tiga wilayah kerja, yakni Sulawesi Selatan, 

Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Sejak pertama kali 

didirikan pada 1972, Balai Penelitian Bahasa Ujung Pandang 

telah memfokuskan kegiatan perkamusan (lexicography) melalui 

penyusunan kamus bahasa daerah. Setelah berganti nama 

menjadi Balai Bahasa Sulawesi Selatan, UPT ini hanya memiliki 

dua wilayah kerja, yakni Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. 

Dahulu, UPT ini berkantor di Benteng Rotterdam Makassar, 

tepatnya di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Kecamatan 

Ujung Pandang, Kota Makassar. Setelah berpindah ke Jalan 

Talasalapang, Jalan Sultan Alauddin Km 7, Kelurahan Mangasa, 

Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, banyak arsip balai yang 

tidak terselamatkan, termasuk arsip kegiatan leksikografi. 

Seiring berjalannya waktu, para pekamus di UPT ini 

belum cakap juga dalam mengarsipkan kamus dan data kosakata 

bahasa daerah yang sudah dijaring. Pada akhirnya, pegawai 

terdahulu yang berkutat dengan perkamusan sudah banyak yang 

purnabakti, bahkan meninggal dunia. Setelah berganti nama 

menjadi Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, sampai 

sekarang, tidak banyak arsip leksikografi yang dapat digali 

kembali informasinya, termasuk untuk memetakan kembali 

urutan program pengembangan perkamusan. Sejumlah pegawai 

senior yang dahulu sempat bergabung dengan tim perkamusan, 


A. Bahasa Bugis dan Dialek-Dialeknya 

Bahasa Bugis merupakan bahasa daerah yang paling 

besar jumlah penuturnya di Sulawesi Selatan, yaitu lebih dari 

2.500.000 jiwa. Wilayah pemakaiannya meliputi seluruh daratan 

sebelah utara wilayah kelompok bahasa Makassar, yang dimulai 

dari Labakkang, Camba, Tanete, sampai ke muara Sungai 

Saddan. Sebelah timur berbatasan dengan bendungan Benteng 

dan sebelah selatan sampai ke Kecamatan Maiwa, sebelah timur 

laut sampai ke Larompong, bagian selatan Kabupaten Luwu. 

Sebelah utara meliputi sepanjang pesisir Teluk Bone sampai ke 

Palopo, bagian selatan Masamba, dan bagian pesisir Kecamatan 

Bone-Bone, Kabupaten Luwu, dan pesisir Polewali sampai 

Kecamatan Campalagian di Kabupaten Polewali-Mamasa (Peta 

Bahasa Sulawesi Selatan, 1974:14). 

Secara geografis, daerah Bugis terletak di semenanjung 

barat daya Sulawesi, yang dalam pengertian menyeluruh 

meliputi daerah Kabupaten Luwu, Wajo, Soppeng, Bone, Sinjai, 

Bulukumba, (kecuali Kajang dan Bira), sebagian Maros dan 

Pangkep, Barru, Pare-Pare, Pinrang, dan Pangkajenne Sidenreng. 

Selain itu, sejak beberapa abad yang lalu orang Bugis telah 

banyak bermukim di berbagai daerah yang tersebar di Kepulauan 

Nusantara. Daerah pemukiman orang Bugis di luar Sulawesi, 

antara lain pesisir timur Kalimantan yang berpusat di Samarinda, 

pesisir barat Kalimantan, yaitu di sekitar Sungai Kakap, Sambas, 

dan Pontianak, di Kepulauan Batan, Ende di Flores, dan pulau-

pulau di sebelah timur Pulau Lombok. Sejak permulaan abad ke-

20, orang Bugis telah banyak pula yang bermukim di pesisir 

timur Sumatra, yakni di Indragiri, Riau, dan Jambi (Chairan, 

1970:9). Dengan demikian, tidak mengherankan kalau varian 

dialek ada  dalam bahasa Bugis, suatu bahasa yang dipakai 

oleh banyak orang dan menempati daerah yang cukup luas 

seperti telah diuraikan di atas. Timothy dan Barbara Friberg 

dalam majalah Lontara No. 28 Tahun XXIV, 1985 melaporkan 

hasil penelitiannya yang berjudul ‘‘Geografi Dialek Bahasa 

Bugis‖. Dari hasil penelitian itu diketahui bahwa garis batas 

suatu dialek tidak selalu identik dengan batas daerah administrasi 

pemerintahan. Dialek Sidrap, misalnya, meliputi daerah 

Kabupaten Pangkajene Sidenreng, Kabupaten Pare-Pare, serta 

Kabupaten Pinrang bagian selatan dan utara; sedangkan dialek 

Sawitto hanya menempati sebagian daerah di Kabupaten 

Pinrang. 

Studi tentang dialek bahasa Bugis telah dilakukan oleh 

berbagai pihak, antara lain oleh Pelenkahu et al yang 

menghasilkan Peta Bahasa Sulawesi Selatan (1974), dan oleh 

Timothy dan Barbara Friberg yang menghasilkan ‘‘Geografi 

Dialek Bahasa Bugis‖. Hasil kedua penelitian itu, khususnya 

mengenai dialek Bugis, disajikan di bawah ini sebagai bahan 

perbandingan. 

  

xiv 

 

1. Peta Bahasa Sulawesi Selatan 2. Geografi Dialek 

Bahasa Bugis 

a. Luwu        a.  Luwu 

b. Wajo        b.  Wajo 

c. Palakka        c.  Bone 

d. Ennak        d. Sinjai 

e. Soppeng        e.  Soppeng 

f. Sidenreng        f.  Sidrap 

g. Parepare        g.  --- 

h. Sawitto        h.  Sawitto 

i. Tallampanuae (Campalagian)     i.   ---- 

j. Ugi Rawa                   j.Pasangkayu 

k.  ---                    k.  Barru 

l. ---                    l.  Pangkep 

m. ---                   m. Camba  

 

Kedua hasil penelitian tersebut memperlihatkan 

perbedaan. Dalam Peta Bahasa Sulawesi Selatan ada  

sepuluh dialek Bugis, sedangkan dalam ‘‘Geografi Dialek 

Bahasa Bugis‖ ada  sebelas dialek. Selain itu, ada  juga 

antara dialek Pare-Pare ‗dan dialek Campalagian. Timothy dan 

Friberg tidak setuju dengan adanya dialek Pare-Pare, bahkan 

mereka tidak memasukkannya sebagai salah satu subdialek dari 

23 subdialek Bugis yang dikemukakannya. Subdialek bahasa 

Bugis tersebut meliputi: (1) Pinrang Utara, (2) Sawitto, (3) 

Alitta, (4) Sidrap, (5) Nepo, (6) Soppeng Riaja, (7) Tampo, (8) 

Tanete, (9) Pangkep, (10) Camba, (11) Soppeng, (12) Kessi, (13) 

Wajo, (14) Bua Ponrang, (15) Wara, (16) Malangke-Ussu, (17) 

Palakka-Cenrana, (18) Dua Boccoe, (19) Mare, (20) Palattae, 

(21) Sinjai, (22) Bulukumba, an (23) Pasangkayu. Menurut 

Timothy, dialek Tallumpanuae (Campalagian) di Polmas masih 

berkaitan dengan dialek-dialek Bugis yang lain, tetapi dianggap 

sebagai satu bahasa tersendiri. Alasannya ialah bahwa bahasa 

Campalagian mempunya 55% kata yang sama dengan bahasa 

Bugis Palakkad an 62% sama dengan bahasa Pangkajene, 

Kabupaten Sidrap, salah satu dialek Bugis terdekat. Selanjutnya, 

Timothy menjelaskan bahwa orang Campalagian mengakui 

bahwa lebih mengerti bahasa Bugis daripada bahasa Mandar, 

tetapi sebaliknya, bahasa Campalagian tidak dimengerti, baik 

oleh penutur bahasa Mandar maupun penutur bahasa Bugis. 

Pendapat Timothy tersebut sejalan dengan pendapat Grimes dan 

Grimes yang menyatakan bahwa bahasa Campalagian 

(Tallumpanuae) adalah bahasa tersendiri dari famili Bugis. 

 

B. Aksara Bugis 

Aksara Bugis, lazim disebut huruf Lontara, terdiri atas 

23 huruf dan pengucapannya berakhir dengan bunyi /a/. Huruf 

Lontara tergolong tulisan silabik (suku kata) dan untuk menandai 

vokalnya diperlukan tanda-tanda tertentu. Cara menuliskan huruf 

Lontara ialah dari kiri ke kanan seperti di bawah ini. 

 

 

 

C. Ejaan 

Ejaan ialah keseluruhan aturan yang menggambarkan 

lambang bunyi ujaran dan hubungan antarlambang itu 

(pemisahan atau penggabungannya) dalam satu bahasa. Secara 

xvi 

 

teknis, yang dimaksud dengan ejaan ialah pemakaian huruf, 

penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. 

Ejaan bahasa Bugis dengan huruf Latin untuk pertama kalinya 

disusun berdasarkan hasil Lokakarya Pembakuan Ejaan Latin 

Bahasa-Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan (25—27 Agustus 

1975 di Ujung Pandang). Ejaan bahasa Bugis disusun oleh tim 

yang terdiri atas: 

 

Ketua          : Drs. Fachruddin A.E. 

Notulis        : Dra. Banri, Z. 

Pemrasaran : Drs. Tamin Chairan 

Dr. Syahruddin Kaseng 

Anggota       : Dr. Mattulada 

H. La Side 

Drs. H.M. Ide Said D.M. 

Drs. Abu Haraid 

Dra. Rasdiana P. 

 

Hasil Lokakarya 1975 di Ujung Pandang) yang berjudul 

Pedoman Ejaan Bahasa-Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan 

telah membuka cakrawala baru dalam sistem penulisan bahasa 

Bugis dengan huruf Latin. Walaupun pedoman ejaan bahasa 

Bugis itu belum luas penyebarannya di warga , usaha 

penerapannya dalam penulisan naskah bahasa Bugis telah 

dilaksanakan sebagaimana mestinya. Saran-saran 

penyempurnaan diberikan oleh berbagai pihak, terutama oleh 

para peneliti bahasa daerah di Sulawesi Selatan, yang selama ini 

banyak menggunakan ejaan bahasa daerah dengan huruf Latin 

dalam penyusunan naskah laporan penelitian. 

Untuk memenuhi keperluan warga , Balai Penelitian Bahasa 

di Ujung Pandang meminta bantuan tenaga dari wakil kelima 

subetnis Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, dan Massenrempulu 

untuk bersama-sama mengadakan penyempurnaan pedoman 

ejaan bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Berkat bantuan tenaga 

dari Universitas Hasanuddin, IKIP Ujung, dan beberapa ahli 

xvii 

 

bahasa di luar lembaga perguruan tinggi itu, pada 1984 

tersusunlah naskah Pedoman Ejaan Bahasa-Bahasa Daerah di 

Sulawesi Selatan yang Disempurnakan. Penyusunan pedoman 

ejaan bahasa Bugis dipercayakan kepada Drs. Tamin Chairan 

dan Drs. Adnan Usmar. 

Dengan bantuan Proyek Pengembangan Bahasa dan Sastra 

Daerah, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun anggaran 

1985/1986 disusunlah Pedoman Ejaan Bahasa Bugis oleh satu 

tim yang terdiri atas 

Ketua       : Drs. Zainuddin Hakim 

Anggota    : Drs. Tamin Chairan 

                   Drs. Adnan Usmar 

                   Drs. Mahmud 

Konsultan : Drs. H. Ambo Gani 

 

Berikut adalah perbedaan dalam pedoman ejaan bahasa Bugis 

antara versi 1975, 1984, dan 1986. 


 

2. Konsonan 

Berikut adalah aturan penulisan huruf ny dan ng yang 

melambangkan bunyi panjang (berurutan). 

Ejaan 1975 Ejaan 1984 Ejaan 1986 

annyarang 

tennga 

annyarang 

tennga 

anynyarang 

tengnga 

 

3. Pola Persukuan 

Berikut adalah pola persukuan dalam ejaan bahasa Bugis 

Ejaan 1975 Ejaan 1984 Ejaan 1986 

KV 

VK 

KVK 

KV 

VK 

KVK 

KV 

VK 

KVK 

KKV 

 

 

xix 

 

4. Kata Ganti 

Berikut adalah aturan penulisan kata ganti tunjuk, seperti e, we, 

dan ero. 

Ejaan 1975 Ejaan 1984 Ejaan 1986 

bola e (dipisah) 

bola ewe 

bola ero 

bolae (digabung) 

bolaewe 

bolaero 

bolae (digabung) 

bolaewe 

bolaero 

 

Sementara itu, di bawah ini adalah aturan penulisan kata ganti 

orang I dan kata ganti tunjuk e, we, dan sebagainya. 

Ejaan 1975 Ejaan 1984 Ejaan 1986 

menrek i 

alek e 

bembek ewe 

menrek-i 

alek-e 

bembek-ewe 

menrek-i 

alek-e 

bembek-ewe 

 

Catatan: 

Karena pedoman ejaan tersebut merupakan produk lama, tentu 

ada  kekurangan yang perlu disempurnakan. Akan tetapi, 

sampai 2022 ini, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan masih 

merujuk pada hasil lokakarya tersebut karena masih belum ada 

pedoman ejaan bahasa Bugis yang termutakhir. 

 

 

II. Informasi dalam Kamus 

Fonem pada bahasa Bugis meliputi dua jenis. Pertama, fonem 

segmental yang terdiri atas fonem konsonan sebanyak 19 buah 

dan fonem vokal sebanyak 5 buah. Berikut uraiannya. 

 

A. Abjad 

1. Susunan abjad yang digunakan dalam pemutakhiran kamus 

ini meliputi a, b, c, d, e, g, h, i, j, k, l, m, n, o, p, r, s, t, u, w, y. 

 

2. Adapun fonem konsonan dan fonem vokal dalam bahasa 

Bugis adalah 

 

xx 

 

Konsonan pada Bahasa Bugis 

Fonem Huruf Contoh Pemakaian pada 3 Posisi 

Awal Tengah Akhir 

/p/ P poppang 

‗paha‘ 

sappa ‗cari‘ - 

/b/ B bangkung 

‗parang‘ 

kombong 

‗mengembang‘ 

/t/ T tédong 

‗kerbau‘ 

sitta ‗cepat‘ - 

/d/ D dallé ‗rezeki‘ ceddi ‗satu‘ - 

/c/ C cawa 

‗tertawa‘ 

racak ‗cincang‘ - 

/j/ J jokka ‗jalan‘ kojo ‗kurus‘ - 

/k/ K kollang 

‗kolam‘ 

sokko ‗nasi ketan‘ - 

/g/ G golla ‗gula‘ sigé’ ‗coba‘ - 

/d/ D sikku ‗sikut‘ bessi ‗besi‘ - 

/h/ H hadéré ‗hadir‘ bahaya ‘bahaya’ - 

/?/ ‗ - - sékké 

‗pelit‘ 

/m/ M manré 

‗makan‘ 

sammeng ‗suara‘ - 

/n/ N nangé 

‗berenang‘ 

bennang ‗benang‘ - 

/n/ Ny nyameng 

‗enak‘ 

kenynyé ‗anyir‘ - 

/Å‹/ Ng ngoa 

‗serakah‘ 

songko’ ‗songkok‘ kollang 

‗kolam‘ 

/r/ R rukka ‗ribut‘ sara’ ‗hela‘ - 

/l/ L lokka ‗pergi‘ kelli ‗teriak‘ - 

/w/ W waju ‗baju‘ sowong 

‗mengembang‘ 

/y/ Y yasing ‗yasin‘ koyyé ‗di sini‘ - 

 

xxi 

 

 

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa  

a. Fonem /n/ dan /Å‹/ masing-masing dinyatakan dengan huruf 

[ny] dan [ng]. Misalnya: 

/no no/   nyellé’   ‗perhatian‘ 

/nallu?/   nyameng  ‗enak‘ 

/Å‹oa/    ngoa   ‗tamak‘ 

/baÅ‹ka/   rangka   ‗mengangkang‘ 

 

b. Dalam bahasa Bugis, semua fonem konsonan dapat 

menduduki posisi awal dan tengah kata, kecuali fonem /Å‹/ 

yang hanya dapat berada pada posisi akhir. 

 

Vokal pada Bahasa Bugis 

Fonem Huruf Contoh Pemakaian pada 3 Posisi 

Awal Tengah Akhir 

/a/ A arung 

‗bangsawan‘ 

manré 

‗makan‘ 

sulara 

‗celana‘ 

/i/ I idik ‗kamu‘ salima 

‗bambu‘ 

seddi ‗satu‘ 

/u/ U utu ‗kutu‘ bungko 

‗bungsu‘ 

lisu 

‗pulang‘ 

/é/ E énré ‗naik‘ rédé 

‗mendidih‘ 

sanré 

‗sadar‘ 

/o/ O obbi ‗panggil‘ soddang 

‗dorong‘ 

sokko ‗nasi 

ketan‘ 

/ê/ E êsso ‗siang‘ kêlle’ ‗layu‘ sakkê 

‗lengkap‘ 

 

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa  

a. Vokal yang dipanjangkan/ditebalkan bunyinya hanya dapat 

menduduki posisi akhir. 

Misalnya: 

/utu:/   dituliskan utu   ‗tindis‘  

/utu/   dituliskan utu   ‗kutu‘  

xxii 

 

/palu:/   dituliskan palu  ‗kacau‘ 

/palu/   dituliskan palu  ‗palu‘  

/sappa:/  dituliskan sappa           ‗bujur sangkar‘ 

/sappa/   dituliskan sappa ‗mencari‘ 

 

b. Perubahan bunyi vokal pada sandi dalam dituliskan menurut 

ucapannya. Misalnya: 

siita   dituliskan    sita 

riita   dituliskan   rita 

naala   dituliskan   nala 

 

c. Pola persukuan dalam bahasa Bugis mencakup  

V    a-ta    ‗budak‘ 

KV    sa-ro    ‗dukun‘ 

VK    in-dok    ‗ibu‘ 

KVK    tan-ré    ‗tinggi‘ 

 

Catatan: V + vokal    K + konsonan 

 

B. Penulisan Kata 

1. Kata yang berupa lema dasar ditulis sebagai satu kesatuan. 

Misalnya: 

waju cellak napaké ‗dia menggunakan baju warna merah‘ 

engka balé tapa uelli ‗ada ikan asap yang saya beli‘ 

mémpé i ara ‗dia memanjat pohon jati‘ 

 

2. Imbuhan (awalan, sisipan, dan akhiran) ditulis serangkai 

dengan lema dasar dengan memperhatikan perubahan bunyi 

akibat proses sandi dan asimilasi. 

Misalnya: 

mattaneng     ‗menanam‘ 

majak sipak     ‗sifat buruk‘ 

tappikku     ‗badikku‘ 

ripancaji     ‗dijadikan‘ 

sieddempereng     ‗jarak dekat‘ 

xxiii 

 

 

3. Bentuk perulangan ditulis dengan lengkap dan diantarai 

dengan tanda hubung (…-…). 

Misalnya: 

reppe’-reppe’    ‗bergoyang berlebihan‘ 

buli-buli    ‗botol kecil‘ 

tenréng-ténreng    ‗terantuk-antuk‘ 

 

4. Gabungan kata yang disebut kata majemuk, unsur-unsurnya 

ditulis terpisah. 

Misalnya: 

sokko pipi   ‗nasi ketan yang dipipihkan‘ 

lasuna cella   ‗bawang merah‘ 

bola tanré   ‗rumah kayu‘ 

 

5. Kata ganti orang, seperti u, ku, mu, na, ta, ki, kik, keng, ko, 

nik, kak, wak, dan klitika lainnya ditulis serangkai dengan 

kata yang mendahului atau mengikutinya. 

Misalnya: 

ualani iyaé doié      ‗saya ambil saja uang ini‘ 

kunasuni palé iyaé bale bontié    ‗saya masak saja ikan balanak ini‘ 

ajak mutunui iyatu kantongngé!    ‗jangan kamu bakar kantongan itu!‘ 

purani tawaja inrenna     ‗Anda sudah membayar utangnya‘ 

lokkakik matu ri gau é?     ‗apakah nanti kamu ke pesta?‘ 

 

Catatan: akhiran –i dan kata ganti –i ditulis serangkai dengan 

kata yang mendahuluinya. 

Misalnya: 

sangkii iyatu auré!  ‗potonglah rumput itu!‘ 

alai iyaro balo’ e!  ‗kamu ambil balok itu!‘ 

témba’i dongi   ‗dia menembak burung‘ 

 

kata depan ri ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya 

untuk membedakannya dengan awalan ri-. 

Misalnya: 

xxiv 

 

maéloka laao ri pasaé     ‗saya akan pergi ke pasar‘ 

ajak mulo’nakkélori ana’mmu!    ‗jangan kamu mau diperintah anakmu!‘ 

 

6. Kata sandang, seperti la, wé, i, puang, lawé, é, wé, éwé ditulis 

terpisah. 

Misalnya: 

la tenritatta asenna 

we Cudai asenna makkunrai éro 

laoni massikola i Sitti 

Puang Sanna paddénganna 

 

Catatan:  

Kata sandang yang dipakai sebagai nama diri ditulis serangkai 

dengan kata yang mendahuluinya. 

Misalnya: arasoé, matinroé, dsb. 

Bunyi e pada kata sandang menggunakan bunyi e taling yg 

disimbolkan dengan tanda diakritik di atasnya é. 

Misalnya: ember /émbér/, esai /ésai/, survei /survéi/ 

 

7. Kata ganti tunjuk, seperti ro, iaro, tu, iatu, kua, kuaro (koro) 

ko, kuatu (kotu) ditulis terpisah. 

Misalnya: 

aganaro iya’ uponcingi matu’ 

alangakka iaro botolo’ é 

iamitu natiwi dénré 

koroi pale majjama anritta’ 

poncingakka’ passioé kotu 

 

Catatan: Gabungan dua kata tunjuk atau lebih dengan kata 

sandang yang berfungsi sebagai kata tunjuk ditulis serangkai. 

Misalnya: 

ero, ewéro, wéro, iaé, iaéwé’, iaro, iawéro, koe, koewé, iaétu, 

iaéwétu, koétu, koéwétu, éwétu, étu. 

Misalnya: 

maéga asénna paggalung éro 

xxv 

 

salo éwéro matebbe’ buajana 

iaé asu é temmaka sekkanna 

iatu riaseng aju cenning 

 

8. Kata penegas (partikel), seperti ga, na, no, ni, sa, si, to, ha, 

mua, jék, dsb ditulis serangkai dengan kata yang 

mendahuluinya. 

Misalnya: 

engkaga pakkullémmu? 

siagana ittana 

lokkano mallei anrimmu 

idi’tosi diakkatenning adatta 

 

9. Kata serapan, baik yang berasal dari bahasa asing maupun 

bahasa daerah, disesuaikan dengan kaidah yang berlaku 

dalam bahasa Bugis. 

Misalnya: 

hotélé     →   ‘hotel‘ 

botolo    →   ‘botol‘ 

baléggé    →   ‘balig‘ 

harang    →   ‘haram‘ 

ahéra’    →  

 ‘akhirat‘ 

 

III. Penyajian Lema 

Susunan dan urutan lema dan sublema dalam kamus ini disajikan 

dengan ketentuan berikut. 

 

1. Lema 

Lema atau lema pokok meliputi: 

a. kata dasar; 

b. gabungan kata; dan 

c. perulangan penuh. 

 

2. Sublema 

xxvi 

 

Sublema meliputi: 

a. kata turunan; 

b. gabungan kata (kata majemuk); 

c. perulangan berimbuhan; dan 

d. peribahasa dan ungkapan (idiom). 

 

IV. Urutan Susunan Lema 

Lema disusun berdasarkan abjad. Sementara itu, urutan lema dan 

sublema disusun berdasarkan pola berikut. 

a. lema dasar 

b. kata turunan 

c. gabungan kata 

d. bentuk pengulangan 

 

Lema atau sublema yang memiliki padanan dalam bahasa 

Indonesia dituliskan sebagai definisinya. Apabila tidak ada 

padanannya, dituliskan definisi seperlunya. 

Penjelasan atas peribahasa dan ungkapan (idiom) diberikan 

sesingkat mungkin. 

Untuk memperjelas lema atau sublema, dapat diberikan contoh 

penggunaan kalimat dalam bahasa Bugis yang diserta dengan 

terjemahannya dalam bahasa Indonesia. 

 

V. Ejaan 

a. Tanda Hubung Satu (-) 

Tanda hubung satu (-) digunakan dalam bentuk perulangan kata. 

Contoh: 

anre-kanré    ‗makanan‘ 

caképpang-képpang   ‗jalan pincang‘ 

marica’-rica’    ‗agak basah‘ 

 

b. Tanda Hubung Ganda (--) 

Tanda hubung ganda (--) digunakan untuk menggantikan lema 

pokok yang berupa kata dasar pada penggunaan contoh kalimat 

dalam bahasa Bugis. 

xxvii 

 

Contoh: 

calak kunci: --i tange’ é!, kuncilah pintu itu! 

 

c. Tilde (~) 

Tanda tilde (~) digunakan untuk menggantikan sublema yang 

berupa kata turunan pada penggunaan contoh kalimat dalam 

bahasa Bugis. 

Contoh: 

gorik gores; 

maggorik menggores: ajak mu ~ ri renringé!, jangan menggores 

di dinding! 

paggorik penggores: ellingakka’ ~ ko pasaé!, belikan saya 

penggores di pasar! 

 

d. Tanda Koma (,) 

1) Tanda koma (,) digunakan sebagai penana lema yang 

dijelaskan melalui bentuk turunan 

Contoh: 

nasu, mannasu memasak: purani – daékku: kakakku sudah 

selesai memasak 

 

2) Tanda koma (,) digunakan sebagai penanda batas 

contoh penggunaan kalimat dalam bahasa Bugis 

dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. 

Contoh: 

waju baju: marica‘i --na pura masessa‘, bajunya basah karena 

habis mencuci 

 

e. Tanda Titik Koma (;) 

1) Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan 

pilihan makna yang bermakna sama atau sinonimi pada 

deskripsi makna. 

2) Tanda titik koma (;) digunakan sebagai penanda akhir 

uraian lema yang belum merupakan uraian lema pada 

derivasi terakhir. 

xxviii 

 

3) Tanda titik koma (;) digunakan sebagai penanda akhir 

deskripsi makna polisemi. 

 

f. Tanda Titik Dua (:) 

Tanda titik dua (:) digunakan sebagai penanda contoh penjelas 

makna lema. 

 

g. Tanda Kurung (…) 

1) Tanda kurung (…) dipakai sebagai penanda keterangan 

penjelas. 

2) Tanda kurung (…) dipakai sebagai penanda bunyi 

pelancar. 

 

h. Tanda Superskrip (…

1

, …

2

, …

3

, dst) 

Tanda Superskrip (…

1

, …

2

, …

3

, dst) digunakan sebagai penanda 

bentuk homonym yang homograf dan homofon. 

Contoh: 

kattang1 n ketam 

kattang2 v memeras 

 

i. Angka Arab Cetak Tebal (1, 2, 3, dst) 

Angka Arab cetak tebal (1, 2, 3, dst) digunakan sebagai penanda 

makna polisemi yang meliputi makna pertama, makna kedua, 

makna ketiga, dst. 

 

j. Kata ―lihat‖  

Kata ―lihat‖ digunakan sebagai penanda rujuk silang pada lema 

pokok atau sublema yang sudah diberi penjelasan. 

Contoh: 

paleppang lihat palapa 

 

k. Tanda Elipsis (…) 

Tanda elipsis (…) digunakan sebagai penanda konfiks yang 

bentuk dasarnya tidak dimunculkan. 

Contoh: 

xxix 

 

makka-…-ang 

ak-…-ang 

 

Catatan: 

Kamus ini tidak memberikan penjelasan atas sejarah (asal-usul) 

suatu lema. Misalnya, lema serapan selleng yang berasal dari 

bahasa Arab, yaitu Islam, dicantumkan tanda A (Arab), kecuali 

beberapa kata yang berasal dari dialek berbahasa Bugis. 

 

VI. Singkatan-Singkatan Lain 

akr akronim  

dll dan lain-lain  

dng dengan  

dp daripada  

dr dari  

dsb dan sebagainya  

dst dan seterusnya  

ki kiasan  

kp kependekan  

kpd kepada  

krn karena 

msl misalnya 

pb peribahasa 

pd pada 

sbg sebagai 

sing singkatan 

spt seperti 

thd terhadap 

tsb tersebut 

tt tentang 

yg yang 

  

  

 

 

xxx 

 

 

a abe 

 

A  -  a 

a   1  n huruf ke-22 pd abjad 

Bugis 

2  p atau engkaga  

sirina -- dek? apakah ia 

mempunyai malu atau 

tidak? 

3  p konfiks pembentuk 

nomina pd kata dasar yg 

bermakna 'tempat' jika 

disertai akhiran ng, eng, 

dan reng abbola -- saya 

membangun rumah 

abala   /abala/ n bahaya 

madecengi rininiri 

riasengnge -- lebih baik 

dihindari yang disebut 

bahaya 

akkabala   v berbahaya ia 

larie iarega na ~ ri 

mandorok-e tawana 

pabbaddilik-e yang lari 

atau yang berbahaya 

bagi mandor menjadi 

tugas tentara 

abba   n ayah; bapak 

abbeang   /abbéang/ v buang; 

campak; lempar iko 

mupuji laddek -- doik 

kamu suka sekali 

menghilangkan uang 

mabbeang   v membuang; 

mencampak; melempar 

makkabbeang   v 

membuangkan; 

menghilangkan; 

mencampakkan 

akkabbeangeng   n 

pembuangan 

abbekkak  /abbêkkak/ v 

membuka tanah baru 

melalui proses dr awal (tt 

sawah, ladang, dsb) 

makkabbekkak   v memulai 

untuk membuka lahan 

kebun atau sawah 

abbiang   lihat abbeang 

abbu, mabbu   a giat (bekerja 

keras); berkuat 

mangabbu   v menggiatkan 

abbueng   /abbuéng/ n sekitar 

waktu pagi, saat matahari 

naik sepenggal (biasanya 

pd pukul sembilan) 

abbukkajung   n sasaran 

pelampiasan atas 

perlakuan yg 

sewenang-wenang 

abbussuang   v empas; banting 

abe   /abé/ a mirip La Baso na 

-- ambokna La Baso 

mirip dng ayahnya 

abea adawa 

 

abea   /abéa/ n otot pd tangan yg 

terletak di antara ibu jari 

dng telunjuk, biasa dipijit 

untuk menyadarkan 

orang yg pingsan 

abeo   /abéo/ n kiri 

kabeo-beo   a kidal paggolok 

ero ~ pemain bola itu 

kidal 

abiasang   n kebiasaan; 

kelaziman 

abiasa-biasang   a biasa 

abuak   adv boleh 

acca, macca   a pintar pedek 

esso pedek ~ makin hari 

ia makin pintar 

accek   lihat accok 

accok   n tiang pancang sbg 

tanda atau batas 

accori-coring   n perca 

acarak   n acar 

acikaci   n mata kaki 

acok   pron kata ganti untuk 

anak laki-laki Bugis 

malopponi -- anak 

laki-lakinya sudah besar 

acu-acu   n undur-undur 

ada   n ada; ucapan; pesan 

makkeda   v berkata; 

berbicara; berucap 

nakkeda-kedai   v mengatai; 

mengumpat; memarahi 

poadai  v yg mengatakannya 

engkato ~ makkeda 

depa ada juga yg 

mengatakannya belum 

poada-adai   v yg 

mengisahkan ianae ~ 

adorakanna Adang 

sibawa Hawa inilah yg 

mengisahkan 

kedurhakaan Adam dan 

Hawa 

poadang   v memberi tahu 

nakkeda Puang Alla 

Taala niga ~ ko? maka 

berkatalah Allah Swt, 

siapakah yang memberi 

tahu kamu? 

ripoada   v dikatakan aga 

palek ada maelo ~ 

perkataan apa yg akan 

dikatakan kepada guru 

kita? 

ripoadang   v diberitahukan ~ 

ri ambokna ada 

makkuka ia 

diberitahukan oleh 

ayahnya perkara yang 

demikian 

ada tongeng   perkataan yg 

benar 

belo-belo ada   hiasan kata 

ulu ada   kesepakatan 

Adang1   n Adam 

adang2   v adang laoko mu -- ri 

wirinna lalengnge kamu 

pergi menghadangnya di 

pinggir jalan 

adapi   n nama jenis padi 

adase   /adasé/ n adas 

adawa   v bimbing; tuntun 

addacingeng adelek 

 

addacingeng   /addacingêng/ n 

pelajaran; latihan iaro 

pura laloe denrek seddi  

-- peristiwa yg sudah 

terjadi merupakan satu 

pelajaran 

addampeng   /addampêng/ n 

maaf 

addampengi   v maafkanlah 

dia ~  salanna anakta 

maafkanlah kesalahan 

anak Anda 

maddampeng   v memaafkan 

paddampengi   n pengampun 

taddampengakkak   p 

maafkan saya 

addek   /addêk/ v mengkelan 

naddek   v termengkelan 

addeneng   /addénéng/ n tangga 

addeneng monri   tangga 

belakang untuk jalan 

alternatif bagi penghuni 

rumah panggung Bugis 

addeneng pangolo   tangga 

depan untuk jalan utama 

masuk ke dalam rumah 

panggung Bugis 

addeneng rakkeang   tangga 

loteng 

addonrang   n lesung yg terbuat 

dr kayu besar, diberi 

lubang berbentuk segi 

empat panjang, berfungsi 

sbg tempat menumbuk 

padi 

adek1   /adêk/ n 1  adat; tradisi 

2  budaya 

makkiadek   n tata cara adat; 

beradat 

adek abiasang   adat 

kebiasaan 

adek allopi-loping   tata 

normatif pelayaran 

adek assituruseng   aturan yg 

disepakati dan mengikat 

semua pihak 

adek maraja   aturan yg 

berlaku bagi raja 

adek puraonro   aturan yg 

ditetapkan oleh raja dan 

warga  demi 

keadilan, kebaikan, dan 

kemaslahatan bersama; 

adat kekal 

adek riatutui   aturan yg 

dijaga dan dipelihara 

agar tidak dilanggar 

adek wari   aturan yg 

mengatur segala hukum 

istana 

adek2   /adêk/ adab; budi 

pekerti; akhlak 

makkessing -- na tau 

ero akhlak orang itu baik 

adek3   /adêk/ adas 

adelek   /adélék/ a adil iaro 

arungnge temmaka -- 

na raja itu sangat tidak 

adil 

adidi mangajarak 

 

adidi   n lidi --e narapang 

akkibbureng bola 

tulang daun nyiur 

diibaratkan ramuan 

rumah 

ading   n pohon yg tingginya 

10--20 meter, buahnya 

bulat kecil rasanya 

masam, berbiji tunggal, 

mirip buah lengkeng 

aga1   1  pron apa -- naseng apa 

yang dikatakan? 

2  p kata seru untuk 

menyatakan keheranan 

atau ketidaksetujuan thd 

sesuatu 

aga2   p lantas -- nariaseng 

mutoro La  Beru lalu ia 

dinamai La Beru 

aga-aga   n barang; harta benda; 

semua perkakas rumah 

dek gaga --nna dia tidak 

mempunyai harta benda 

agama   n agama Selleng --ku 

Islam agama saya 

maggama  v beragama 

makessing tu taue ~ 

orang itu baik bila taat 

beragama 

agarak   n agar-agar meloi 

mebbu beppa -- dia  

mau  membuat  kue 

agar-agar 

agati1   p seumpama 

agati2   n agatis (jenis kayu) 

aggasa-gasang   n pemakaian 

(tt alat) atau bekerja (tt 

manusia) yg dilakukan 

terus-menerus 

Ahak   n Ahad esso -- 

najajiang hari Ahad dia 

dilahirkan 

aheli   a ahli narekko tania -- 

na jamai jamangnge 

masolanni tu jika bukan 

ahlinya yang 

mengerjakan maka 

rusaklah 

aherak   /ahérak/ n akhirat ri -- 

pi matu muduppai 

amalakmu amalmu akan 

kau dapatkan di akhirat 

ai   p ah 

aja   n barat mangolo ri --  

bolakukk rumahku 

menghadap ke barat 

ajak   adv jangan -- mualai 

narekko tania anummu 

jangan kamu mengambil 

bila bukan milikmu 

ajak lalo   jangan sekali-sekali 

ajak bare   jangan sampai 

terjadi 

ajak sana   jangan dahulu 

ajarak   v ajar -- anrimmu 

matematika ajar adikmu 

matematika 

mangajarak   v mengajar ~ 

agakik ri sikolae? 

Anda mengajar apa di 

sekolah? 

pangajarak tarakka 

 

pangajarak   n nasihat 

angkalingakik ~na 

tomatoae dengarlah 

nasihat orang tua 

aje   /ajé/ n kaki -- abeona 

kaki kirinya 

ajeng   /ajêng/ a damai; rukun 

siajeng   v berdamai 

mappasiajeng   v 

mendamaikan kapala 

kampong-e ~i tau 

sisalae kepala kampung 

mendamaikan orang 

yang berselisih 

aji   n haji 

ajja   adv pura-pura u --i 

matinroe saya -- tidur 

ajjaleng   /ajjalêng/ n ajal 

nadapini -- na ajalnya 

sudah tiba 

ajje   /ajjé/ a pura-pura 

(bohong) 

ajjemporeng   /ajjêmporêng/ n 

bantal 

ajjulukeng   /ajjulukêng/ n alat 

penangkap ikan yg 

berupa jala, dipasang dng 

dua batang bambu kurang 

lebih 150 cm, digunakan 

dng cara ditancap pd 

tanah 

ajoa   n alat untuk merangkai 

dua ekor binatang 

(kerbau atau sapi) yg 

digunakan untuk menarik 

bajak atau garu di sawah 

aju   n kayu 

ajuara   beringin 

aju anging  lamtoro 

aju cenning   kasia 

aju colok   trembesi 

aju ipi   merbau 

aju jati   jati 

aju kajung   pepohonan 

aju lekke   kayu yg berupa 

balok panjang pd rumah 

yg letaknya paling atas, 

menjadi tulang 

punggung rumah, 

berfungsi sbg tempat 

melekatnya kerangka 

atap 

aju panasa   kayu nangka 

aju tabu   kayu lapuk 

aju tek   aur 

ajudang   n ajudan kapiteng 

Ali mancaji -- kapten Ali 

menjadi ajudan 

aka   n gebang 

akek   /akêk/ n akik -- 

paramata ciccinna batu 

akik permata cincinnya 

akka1   v angkat; ambil; bawa ri 

--i mancaji lurah ia 

diangkat menjadi lurah 

makka   v mengangkat 

nasuroak ~i kaderae 

dia menyuruh saya 

mengangkat kursi 

tarakka   v pergi ~ ni lopinna 

to Gowae pergilah 

perahu orang Gowa 

akka sompek alaiya 

 

akka sompek   mengangkat 

layar ke puncak tiang 

agung secara sempurna 

akka2   n kurap 

akkareng   v berkurap 

akkaleng   /akkalêng/ n akal ia 

tennarapi -- 

makkukwae hal 

demikian itu tidak masuk 

akal 

akkasang   n kibas ajak mu -- 

gemmekmu jangan 

kamu kibas rambutmu 

akkatta   n kehendak; niat; 

tujuan puang Alla taala 

dek napujiwi -- 

makkukwae Tuhan 

Allah taala tidak 

menyukai niat seperti itu 

akkonynyong   n kobokan 

alako --! ambillah 

kobokan! 

akkua   a nyata 

akkuanna   n kenyataan 

ako   pron engkau (biasanya 

digunakan sbg bentuk 

terikat di depan kata lain) 

ala1   p ataupun -- woroane -- 

makkunrai baik wanita 

maupun pria 

ala2   adv saja; pun; juga 

ala3   adv semasih belum; 

sebelum -- laomu 

sebelum engkau 

berangkat 

ala4   n ambil; raih 

alang   n ambilan 

aralangi   n pengambilan 

kaala-ala   a suka mengambil 

yg bukan miliknya ajak 

mu~ jangan mengambil 

yang bukan hakmu 

mala   v mengambil 

ala bagang   hasil tangkapan 

ikan dng menggunakan 

bagan 

ala banrong   hasil tangkapan 

ikan dng menggunakan 

banrong 

ala bubu   hasil tangkapan 

ikan dng  

menggunakan bubu 

ala ele   hasil tangkapan ikan 

pd waktu pagi 

ala jala   hasil tangkapan ikan 

dng menggunakan jala 

ala meng   hasil tangkapan 

ikan dng menggunakan 

kail 

ala pana   hasil tangkapan 

ikan dng menggunakan 

panah 

ala pukak  hasil tangkapan 

ikan dng menggunakan 

pukat 

ala rintak   hasil tangkapan 

ikan dengan 

menggunakan ladung 

aladi   n keladi; talas matek 

sedding rianre -- terasa 

gatal makan keladi ini 

alaiya   n lihat laiya 

alakkang makkalek 

 

alakkang  lihat lakkang 

alamak   n alamat kegai --na? 

di mana alamatnya? 

alamek   lihat lamek 

alameng   /alamêng/ n pedang; 

lamang; cenangkas 

alang   n alam Puanna sininna 

--e Tuhan seluruh alam 

alangeng   /alangêng/ n pesta 

besar 

alapung   n kura-kura -- sibawa 

jonga kura-kura dengan 

rusa 

alarak   n kerapian 

alasang   n alasan 

alati   n cacing tanah maega -- 

makkalebbong ri tanae 

banyak cacing yg 

membuat lubang di 

dalam tanah 

alau   n timur 

alaweng   /alawêng/ v seleweng 

alawengeng   n 

penyelewengan 

malaweng   v kasus seksualitas 

berdampak hukum; 

menyeleweng 

alawi   v menghindarkan 

madecengisa pada ki ~ 

aleta lebih baik kita 

menghindarkan diri dari 

bahaya 

ale   /alé/ n diri; tubuh; badan 

mapeddi maneng --ku 

seluruh tubuhku sakit 

ale-ale   adv sendirian ~ku 

monro ku bolae saya 

tinggal di rumah sendiri 

alekuk  pron saya; aku 

alena   pron 1  dia; ia 

2  n beliau 

alena maneng   mereka 

aletak   pron anda 

lanroale   n sekujur tubuh 

pakkaleng   n badan; bodi; 

postur tubuh 

watakkale   n tubuh tau ero 

maloppo sennak ~na 

orang itu memiliki 

tubuh yang besar 

alebbireng   /alêbbirêng/ n 

harta pusaka yg 

dimuliakan 

kemuliaan 

alebbong   /alêbbong/ n lubang 

kaeko -- muattaroi 

warowo galilah lubang 

untuk tempat sampah 

makkalebbong   v berlubang 

atutukik jokka ~i 

lalengnge hati-hatilah 

kamu berjalan karena 

jalanannya berlubang 

alek   /alêk/ n hutan bolana ri 

tengngana --e rumahnya 

di tengah hutan 

alek-kalek   n hutan kecil; 

hutan-hutan 

makkalek   v dipenuhi 

tumbuhan 

alek karaja alitta 

 

alek karaja   hutan lebat 

tamak-i ri alek 

karajae dia memasuki 

hutan lebat 

alekkek1   lihat lekkek 

mapeddik --ku pura 

mabbingkung 

punggungku sakit setelah 

mencangkul 

alekkek2   /alêkkêk/ n bubungan 

masolangi -- bolakuk 

bagian puncak rumahku 

rusak 

alekku   lihat likku 

alempang   /alêmpang/ n beduk 

alengnga   lihat lengnga 

alenrong   /alénrong/ n belut 

alepak   /alépak/ n ketiak ajak 

muakka limammu 

matanre collong 

ammengngi -- jangan 

angkat tanganmu terlalu 

tinggi, nanti ketekmu 

kelihatan 

makkalepak   v mengepit 

alepo   /alépo/ n sampil 

alepuk   /alépuk/ n alif maui -- 

dettopa naisseng bacai 

kata alif pun belum dia 

tahu cara membacanya 

makkalepuk   v belajar 

mengaji dng mengeja 

aksara Arab nappa ~ 

baru belajar mengaji 

alhamdulillah   p alhamdulillah 

ali, mali   v hanyut ittei aju ~ 

ero pungutlah kayu yang 

hanyut itu 

ali-ali   a gelisah; gusar; rewel 

mangali-ali   v menggelisahi; 

mengganggu 

alicci   lihat aliri 

alicoppeng   lihat coppeng 

alidi   lihat adidi 

alili   n lilit; belit; berputar 

mallili   v melilit; membelit 

sikalili   v saling belit 

paliliri  v meliliti; 

mengelilingi 

alilik   v putar 

alimasang1   n utuh; lengkap 

alimasang2   n bentuk atap 

rumah yg pd bagian 

ujung bawahnya 

bersusun 

alimpungeng   /alimpungêng/ v 

tertimbun -- bolana 

nasabak maruttung 

bulue rumahnya 

tertimbun karena gunung 

longsor 

alingangang  v tercengang --ka 

mitaki mabbaju bodo 

saya tercengang melihat 

kamu memakai baju bodo 

alinge   n tumbuhan rempah 

alinro   n lihat linro 

alissa   lihat licca 

alitta1   n lintah; pacet 

alitta mangaluk arajang 

 

alitta2   n nama kampung di 

Pinrang 

alittaro   n tumbuhan sejenis 

pinang, tapi batang dan 

buahnya besar 

alitutu   a waspada; hati-hati 

Alla1   n Allah -- mani missengi 

sininna anu ripogauk-e 

hanya Allah yang 

mengetahui setiap 

perbuatan 

Alla Taala   Allah subhanahu 

wa Taala 

alla2   p kata seru untuk 

menyatakan kekecewaan 

allak   v injak; pijak; jejak 

makkallak   v menginjak 

allepa   /allépa/ v memoles 

badan perahu dng lepa 

allepessang   /allêpêssang/ v 

melepas iga -- manuk 

bolong? siapa yang 

melepas ayam hitam? 

malleppessang   v melepaskan 

ajak ~ anak manumu 

jangan melepaskan anak 

ayammu 

alliri   n tiang rumah panggung 

Bugis siaga --nna 

bolamu? berapa tiang 

rumahmu? 

alliri pakka   tiang yg 

berfungsi sbg 

penyangga tangga 

depan (sbg simbol 

laki-laki yg mencari 

nafkah dng melewati 

tangga dan pintu depan) 

alo   n enggang 

alojo   lihat alitta 

alosi   n pinang 

alosu  n alat tari Bissu 

menyerupai ular naga, 

terbuat dr bambu yg 

berisi butiran-butiran, 

dibalut dng anyaman 

daun lontar, kepalanya 

terbuat dr kayu berbentuk 

kepala ayam dan ekor 

terbuat dr anyaman daun 

lontar 

alu   n alu 

alua   n asinan 

aluk   n perlakuan 

alukaluk   n berbagai macam 

perlakuan (persyaratan) 

yg harus dipenuhi 

dalam upacara 

pernikahan dsb 

mangaluk   v melakukan 

perlakuan 

mangaluk arajang  

 memberikan perlakuan 

rituan pd pusaka 

alukaluki amek 

10 

 

alukaluki   v 

menghalang-halangi 

narekko dek u -- 

jama-jamatta purani 

kijama seandainya saya 

tidak 

menghalang-halangi, 

sudah pasti rampung 

pekerjaanmu 

aluminiung   n aliuminium 

pamuttu ero riebbu 

pole -- perkakas itu 

terbuat dari aluminium 

alung   n bunyi-bunyian yg 

dipasang pd leher 

binatang 

aluppang   n kelumpang; kepuh 

aluru1   n tulang kering 

aluru2   n potongan batang 

(dahan) yg lurus, yg biasa 

dibuat pagar 

alusuk   a halus; lembut 

anaddara ero -- muni 

ulina gadis itu sangat 

halus kulitnya 

ama   lihat amang 3 

amalak   n amal 

makkamalak   v beramal 

amanak   n amanat; pesan; 

wejangan mabbere -- 

tomatoae ri anakna 

orang tua memberi 

wejangan kepada 

anaknya 

amang1   a aman --ni 

wanuakkuk negeriku 

sudah aman 

amang2   lihat ama 

amang3   n ayah 

siamang   n seayah 

sina siamang  n seibu seayah 

amarang   v sampai; hingga 

nakkero gaukna -- 

siminggu acaranya 

hingga seminggu 

amaure   /amauré/ n paman 

--ku pole Jakarta 

pamanku dari Jakarta 

ambak   v hantam; pukul 

pakkamba   n pemungkas; 

andalan makessing ~na 

La  Baco senajata 

pemungkas la Baco 

sangat bagus 

ambalak   n ambal; permadani 

elliangak -- ri Mekka 

belikan  saya ambal di 

Mekah 

ambang   n alat yg membantu 

sapparengngi -- carikan 

alat bantu 

ambok   n ayah; bapak 

marambok   p bersama dng 

ayah La Baco ~ jokka 

Jakarta La Baco 

dengan ayahnya pergi 

ke Jakarta 

amek ampa 

11 

 

amek   /amêk/ a cocok; rukun; 

damai -- ni La  Supu 

sibawa benena La Supu 

sudah rukun dengan 

istrinya 

ameng   /amêng/ n kuman; 

bakteri maega --na 

banyak kumannya 

amengkameng  

 /amêngkamêng/ v 

mengira; tidak 

disangka-sangka dek u--i 

pole saya tidak mengira 

dia datang 

amesang   /amêsang/ v tidak 

ada yg campur iyami -- 

pada pole sompullolona 

maneng yang datang 

hanya keluarganya 

semua tidak ada yang 

campur 

amesangeng   num seluruh; 

semua -- riengkalinga 

basa Ugi ri Bone na ri 

Wajo semua daerah di 

Bone dan Wajo 

terdengar menggunakan 

bahasa Bugis 

aming   p amin narekko purani 

baca doangnge bacani 

-- setelah selesai berdoa, 

bacalah amin 

amingi   v mengamini ~ baca 

doangna imangnge 

mengamini doa imam 

amma   adv bila terjadi 

jakkeng amma  

 jangan-jangan 

ammai   adv nanti; kelak 

mapesse -- limammu 

nakenna ladang nanti 

tanganmu perih kena 

cabai 

ammemengeng  

 /ammémêngêng/ n 

tempat asal lisu -- 

kembali ke tempat asal 

ammeneng   /amménéng/ n 

tempat menangkap ikan 

dng menggunakan kail 

ammeng   /ammêng/ n orang 

awam 

ammessureng  

 /ammésurêng/ v selalu 

dipakai terus menerus, 

tanpa rasa beban untuk 

memeliharanya dng baik 

ammi   lihat amma 

ammo   lihat amma 

ammosi   n perayaan pesta khas 

Bugis yg dilakukan di 

atas perahu, diikukan 

ketika air laut pasang dan 

saat matahari akan naik, 

dilanjutkan dng 

membaca doa 

ammuru-muru   a pelampiasan 

rasa kesal, marah, dsb La 

Baso -- La Baso kecewa 

amo   v bekerja keras --ak 

maggalung saya bekerja 

keras bertani 

ampa pakkampi 

12 

 

ampa   n gerak 

tarampa-ampa   v 

bergerak-gerak 

ampae   /ampaé/ v raih; ambil; 

gapai -- waju ero raih 

baju itu 

ampang   n kelopak boro -- 

matanna nakenna aju 

kelopak matanya 

bengkak kena kayu 

ampako   n tembakau maega -- 

ri Soppeng banyak 

tembakau di Soppeng 

ampalu   lihat alili 

amparang   v larang --i 

anak-anak-e ajak 

namarukka larang 

anak-anak itu jangan 

ribut 

amparangeng  n larangan ia 

purae ~ ko makkedai e 

ajak lalo muanrei yang 

sudah menjadi larangan 

saya janganlah engkau 

memakannya 

mamparang, 

makkamparang   v 

melarang; menegur 

ajak ~i anrinmu 

maccule-cule jangan 

melarang adikmu 

bermain-main 

ampe   /ampé/ n sifat --na uwae 

onrong mariawae 

napuji sifat air itu selalu 

mencari tempat yang 

rendah 

ampe-ampe   n perangai 

makessing ~ anakmu 

perangai anakmu baik 

mangampe   v bersifat 

pangampe   n kelakuan; watak 

ampek1   /ampêk/ adv hampir -- 

araweng hampir sore 

ampek1   /ampêk/ v serang 

(biasanya oleh ayam 

beranak atau tawon) 

na--kak manuk 

mattelloe saya diserang 

oleh ayam bertelur itu 

ampekale   /ampékalé/ n waris 

ampellek   /ampêllêk/ n amplas 

alangi -- La  Baco 

ambilkan amplas si Baco 

ampelo   /ampélo/ n seludang 

ampellok   /ampêllok/ n amplop 

ampellung   /ampêllung/ n 

empedu alai -- na bale 

ero buanglah empedu 

ikan itu 

ampi   v pelihara (tt hewan) 

tedong tenri -- kerbau 

yang tidak digembalakan 

mampi ampung 

13 

 

mampi   v menggembalakan 

matekkoi polle ~ 

tedong dia kelelahan 

setelah 

menggembalakan 

kerbau 

pakkampi   n gembala; 

penggembala ~ bembe 

jamanna pekerjaannya 

penggembala kambing 

ampi kale   harta (sawah dsb) 

yg disimpan sbg 

jaminan selama hidup 

amping   n kambing hutan 

bembe amping   n anoa 

ampiri   n kemiri engka pong -- 

ri olo bolana ada pohon 

kemiri di depan 

rumahnya 

ampo   v tabur; menabur -- 

aseku dek natuo benih 

yang saya tabur tidak 

tumbuh 

mampo, mangampo   v 

menaburkan; 

menghamburkan 

paggalungnge ~ ase ri 

galungnge petani 

menaburkan benih di 

sawah 

amporo1   n telur busuk krn 

gagal menetas maega 

itello --na dia memiliki 

banyak telur busuk 

amporo2   n kiasan yg ditujukan 

kpd orang yg tidak 

berkualitas 

ampoti   n pembungkus 

buah-buahan yg masih di 

pohon, terbuat dr bambu 

yg dipotong tipis dan 

memanjang, dianyam spt 

keranjang, berfungsi 

untuk melindungi dr 

serangan hewan (tupai 

dsb) 

ampoti manuk   n petarangan; 

sangkar 

ampu1   n pucuk daun kelapa yg 

dipasang membentang, 

berfungsi sbg penghalang 

binatang (rusa dsb) 

ampu2   n batang terdalam pd 

pohon pisang 

ampu3   v mengamuk -- tedong 

riasseoreng ero kerbau 

yang diikat itu 

mengamuk 

ampuk   n kulit lambung pd 

sapi, kerbau, dsb 

ampulajeng   /ampulajêng/ n 

pohon yg daun dan 

batangnya dimanfaatkan 

sbg obat, banyak tumbuh 

di tepi sungai 

ampung1   n bagian tengah pd 

batang kayu (spt pd 

pohon ubi kayu dsb) 

ampung anak sipue 

14 

 

ampung2   n daging batang 

bambu pd bagian bawah 

sembilu 

ampung3   n ampun 

ampupalapa   n ketombe 

atinuluko massampo 

barak teddengngi --mu 

rajinlah memakai sampo 

agar ketombemu hilang 

amputu   n tumit mapeddi 

--kuk tumitku sakit 

mamputui   v menahan dng 

tumit matekko bitikuk 

~ lelah betisku menahan 

dia dengan kaki 

amu   p biar; walaupun -- 

jokkai dekna siruntuk 

walaupun dia pergi, tidak 

juga ketemu 

amulu   n balok penyangga 

lantai papan pd rengkiang 

atau pd lantai papan 

rumah panggung 

amutta   n rumput teki 

anabburane   n kata sapaan 

saudara kandung 

perempuan kpd saudara 

kandung laki-laki 

anaddara   n kata sapaan 

saudara kandung 

laki-laki kpd saudara 

kandung perempuan 

anak   n anak 

anak-anak   n anak-anak 

maega -- maccule-cule 

banyak anak-anak 

bermain-main 

maranak   bersama anak ~ 

jokka Jakarta dia pergi 

Jakarta bersama 

anaknya 

maranang   n sekeluarga ~i 

jokka bottingnge 

mereka sekeluarga pergi 

ke pesta perkawinan 

memmanak   v melahirkan 

purani ~ benemu? 

apakah istrimu sudah 

melahirkan? 

pemmanak   v membantu 

melahirkan sanroe ~ ka 

dukun yang membantu 

saya melahirkan 

anak beccing   instrumen tari 

Bissu yg terbuat dr dua 

batang logam dan tali 

pengikat 

anak bule   anak yg lahir di 

luar nikah tanpa 

diketahui siapa 

(keberadaan) ayahnya 

anak burane   putra 

anak cerak   anak bangsawan 

anak manrapi   putra mahkota 

anak makkunrai   putri 

anak pattola   anak gahara; 

anak pewaris 

anak riboko   dayang-dayang 

anak rielli anculung 

15 

 

anak rielli   anak angkat yg 

diperoleh melalui 

proses jual beli 

anak sipue   anak bangsawan 

darah campuran 

anak tikno   anak bangsawan 

murni 

anak walida   anak yg cacat 

fisik tapi dianggap 

memiliki kekuatan 

supranatural 

anakarung   anak bangsawan 

anakarung masala   anak yg 

lahir dr perkawinan dng 

istri yg bukan 

bangsawan 

anakarung matasa   anak yg 

lahir dr bapak dan ibu 

bangsawan murni 

anakarung matoa   anak 

bangsawan murni yg 

menjadi pewaris tahta 

anakkoda  n nakhoda iga --na 

lopie? siapa nakhoda di 

perahu? 

anammi   n tumbuhan yg 

dianyam untuk dijadikan 

tempat rokok, kopiah, 

dsb 

anang   n pemimpin rakyat yg 

berasal dr komunitas 

setempat 

anango   n walang sangit 

anao   n enau 

anaure   /anauré/ n keponakan 

anaserek   /anasérék/ n anasir 

gerombolangnge 

salaseddinna -- 

solangiwi negarata 

gerombolan pengacau 

merupakan salah satu 

unsur yang merusak 

negara kita 

anca   lihat á¶Ÿampu 

ancale   /ancalé/ n belalang 

siaga -- mutikkeng? 

berapa belalang yang kau 

tangkap? 

ance   /ancé/ n 1  wadah 

sesembahan yg terbuat dr 

anyaman daun kelapa 

dsb, diisi ketan empat 

warna (putih, hitam, 

merah, kuning), 

ditambahkan ayam utuh 

yg sudah dimasak, 

digantung di pohon atau 

semak-semak 

2  tempat ritual atau 

keramat 

anci   v maki 

manganci-anci   v 

memaki-maki 

ancu   v lipat ota ri -- sirih yang 

dilipat 

ancu-ancu   v ganggu 

mangancu-ancu   v 

mengganggu untuk 

memancing kemarahan 

ancuari   n kaki seribu 

anculung  n julung 

ancuruk anggorok 

16 

 

ancuruk   v lihat buruk --i ero 

cammingnge cermin itu 

hancur 

Andik   n gelar kehormatan bagi 

anak keturunan 

bangsawan Bugis asenna 

-- Pangngerang  

Pettarani namanya Andi 

Pangeran Pettarani 

makkandik-andik   v 

menyapa (memanggil) 

dng sebutan adik 

narekko naobbiak ~i 

riak bila saya dipanggil, 

ia menyapa dng sebutan 

adik 

ane   /ané/ n rayap aju ero 

nanre -- kayu  itu 

dimakan rayap 

anekkua   /anékkua/ v 

terkirakan dekna ~ 

rennunna tidak 

terkirakan betapa 

gembiranya 

anemerek  /anémérék/ n 

pemborong; kontraktor 

engkana muruntuk --? 

kamu sudah menemukan 

kontraktor? 

aneng   /anêng/ v anyam 

tapperee deppa ri-- tikar 

belum dianyam 

anengang   n benda yg 

dianyam untuk 

membabat rumpon 

manganeng, maraneng   v 

menganyam indokkuk 

~ baku ibuku 

menganyam keranjang 

paraneng   n penganyam 

lebbie mancaji ~ 

daripada dek gaga 

jama-jamammu lebih 

baik menjadi 

penganyam daripada 

pekerjaanmu tidak ada 

anging   n angin; hawa; udara 

marakko wajummu 

nairing -- bajumu kering 

ditiup angin 

maranging   v berangin laoko 

riolo bolae ~ pergilah di 

depan rumah 

berangin-angin 

anging ri attang   mata angin 

yg bertiup dr arah 

selatan 

anging laddek   musim yg 

sangat baik untuk 

menangkap ikan 

terbang 

anging passorong   angin yg 

bertiup lebih kuat dan 

biasanya menyebabkan 

perahu bertiup lebih laju 

laso anging   putting beliung; 

angin topan wanua ero 

nakennai laso ~ daerah 

itu dilanda angin putting 

beliung 

anggorok   n anggur 

angirang sipanrasa 

17 

 

angirang   n masa kehamilan yg 

disertai dng perubahan 

sikap dan kepekaan thd 

pengaruh-pengaruh 

perubahan hormon si ibu 

angka1   v sampai; mencapai; 

batas -- kega belana? 

sampai di mana jauhnya? 

angka2   n bilangan 

angkaga   v tengkar 

mangkaga   v bertengkar ajak 

mu -- sibawa bali 

bolamu kamu jangan 

bertengkar dengan 

tetanggamu 

angkangulung   n bantal 

angkangulung leppang  

 bantal kepala 

sitola angkangulung   suami 

yg menikahi saudara 

kandung almarhumah 

istrinya 

angkauk   n wilayah kekuasaan; 

kerajaan 

angkaukeng   n wilayah 

kekuasaan seorang raja 

mangkauk   v raja bertahta 

(gelar raja Bone) 

angkek   /angkêk/ n 1  harga 

dekgaga --na 

warang-warang 

masolangnge 

barang-barang yang 

rusak tidak ada nilainya 

2  nilai tasengi malebbi 

na makurang --na 

taksirannya dikira lebih 

ternyata kurang 

3  modal ri engkana 

doik na -- adanya uang 

dan modal 

angkona   n kemampuan (tt 

harta, kekuasaan, dsb) 

mangkona   v berkemampuan 

angkong   n waria 

ango   n suara; bunyi 

ango-ango   n suara-suara; 

bunyi-bunyi 

angsana   n angsana 

anjong1   1  hiasan rumah yg 

berada pd ujung atap 

magello -- rita pole  

mabela hiasan rumah yg 

berada pada ujung atap 

kelihatan dari jauh 

2  anjung perahu 

anjong2   n anju 

manganjong   v menganju 

anra   n pikat 

anganra   n pikatan 

manganra   v memikat 

anrasa   n derita 

anrasa-rasang   n penderitaan 

manrasa   v menderita 

manrasa-rasa  v sangat 

menderita 

sianrasa-rasang   a 

sependeritaan 

sipanrasa sianynyuk-anynyuk 

18 

 

sipanrasa   v sama-sama 

menderita 

anre   /anré/ v makan aga mu 

--? kamu makan apa? 

anre-anre   n camilan; 

makanan ringan 

anre-kanre   n makanan 

mebbui ~ indokkukk 

ibuku membuat 

makanan 

anreang, pakkanreang   n 

lauk-pauk aga ~ mu? 

apa lauk-paukmu? 

anreng   n tempat makanan 

makessing ~mu tempat 

makananmu bagus 

manre   v makan ~ elekik 

nappa jokka majjama 

makan pagi lalu pergi 

kerja 

mappanre   v memberi 

makan; menjamu 

mappanre aliri   ritual 

memberikan sesajen 

kpd tiang rumah yg baru 

saja didirikan agar 

kehidupan penghuni 

rumah baru tersebut 

hidup berkecukupan 

mappanre tau mangideng  

 upacara memberikan 

makan kpd ibu hamil 

dng usia kandungan 

3--4 bulan dng 

menghidangkan 

kue-kue Bugis 

anrek   /anrêk/ n kelemayar 

anrigi   v gigit 

anrini   p ke sana ke mari 

rilellung ri -- ia dikejar 

ke sana ke mari 

anrik   n adik --ku malasa 

adikku sakit 

anrote   /anroté/ v menggigit 

sambil 

mengempas-empaskan 

sianrote   v saling 

mengempaskan 

antarak   v antar --i anrimmu 

jokka massikola antar 

adikmu pergi sekolah 

pangantarak   n pengantar 

maega ~na jamaah 

hajie banyak orang yg 

mengantar jemaah haji 

antaung   n tawon 

antene   /anténné/ n antena 

masolangi -- televisiku 

antena televisiku rusak 

anting   lihat giwa-giwa 

anu   n anu 

anure   lihat anaure 

anynyarang   n kuda -- lai ero 

magatti lari kuda jantan 

itu kuat larinya 

anynyuk   v ejek 

sianynyuk-anynyuk   v 

berejek-ejekan -- La  

Baco sibawa We Becce 

La Bacco dan We Becce 

saling mengejek 

anyuma appasiama 

19 

 

anyuma   v pelihara dng baik --i 

anakmu pelihara dengan 

baik anakmu 

apak   p sebab; karena 

apagi   p apalagi 

apalak   v hafal --i 

aseng-asenna puang 

Ala taala hafalkan 

nama-nama Allah 

apang   n apam 

ape   /apé/ n ampas (buah padi 

yg hampa) 

apek1   /apêk/ n kapas 

apek2   /apêk/ v amati; cermati 

mangapek   v mengamati; 

mencermati 

api   n api mate apinna 

komporoke api kompor 

padam 

api-api   n korek api jokkako 

melli ~ kamu pergi beli 

korek api 

makkapi-api   v bermain api 

anakmu napoji ~ 

anakmu suka bermain 

api 

laso api   a membubung (tt 

nyala api) mangu 

nasabak -- barang itu 

hangus akibat nyala api 

yang membubung 

api-api   n kunang-kunang 

apiung   n opium 

apo   p kata yg dipakai untuk 

menekankan kata di 

depannya, bermakna 

'ternyata' atau 'rupanya' 

apotek   /apoték/ n apotek 

appajelloreng  

 /appajêllorêng/ n tempat 

menggelincirkan 

appak   n dasar ruang perahu yg 

dialasi dng tikar tempat 

mengisi barang 

appalang  n pahala iatu gauk 

mupogauk maega --na 

pekerjaan yang engkau 

lakukan itu banyak 

pahalanya 

appang1   n 1  penggaris 

2  perkakas pelayaran yg 

dibuat dr lilitan sabut 

kelapa 

mangappang   v menggaris 

appang2   n keluarga besar 

berdasarkan kekerabatan 

atau garis keturunan 

appang-appang   n dinding 

rendah ± 40 cm pd bagian 

bawah pintu masuk 

rumah sbg batas pemisah 

antara beranda dng 

rumah induk pd rumah 

panggung 

appasau1   a lazim 

appasau2   n alat untuk 

mengukus; kukusan 

appasiama araweng 

20 

 

appasiama   v menyatukan atau 

menghubungkan batin 

pemilik dng perahunya 

appe   /appé/ n alas; lapik; 

pelapis 

mappe  v mengalas; melapik 

riapperi   v dialas 

appeang   /appéang/ v lempar; 

buang --i batuna 

panasae ri tanae bara 

tuwoi lempar biji nangka 

ke tanah agar tumbuh 

makkappeang   v melempar; 

membuang ajak ~ 

arowo riolo bolae 

jangan membuang 

sampah di depan rumah 

apping   n sampingan; sambilan 

iaro ujamae jamang -- 

yang saya kerjakan itu 

adalah pekerjaan 

sampingan 

apping-apping  v bimbing; 

asuh 

mangapping-apping  v 

membimbing; 

mengasuh 

appo   adv dabak (secara 

tiba-tiba) 

takkappo   v tiba; berkumpul 

takkappo-appo   v 

berdatangan secara 

tunggang-langgang 

appui   p kata seru untuk 

menyatakan heran, 

kecewa, jijik, dan takut 

apu, mapu   v pecah -- ni ero 

cammingnge cermin itu 

sudah retak 

mapu-mapui   v 

memecah-mecahkan 

apung   n kabut; embun maega 

-- ri bulue banyak embun 

di gunung 

Araba   n Rabu 

araing   v menjadi-jadi pedek -- 

semakin menjadi-jadi 

arajang   n benda pusaka 

kerajaan Bugis yg 

diyakini memiliki 

kekuatan supranatural 

Arak  n Arab 

arak-arakeng  

 /arak-arakêng/ v dikutuk; 

disalahkan 

arang   n tahi lalat 

Arapa   n Arafah 

Arasek   /arasêk/ n Arasy 

araso   n gelagah 

arateng   /aratêng/ n penguat 

rumah (pengikat tiang pd 

bagian tengah dan 

penyangga lantai pd 

rumah panggung) yg 

terdiri atas balok pipih yg 

membujur 

arattiga   n pelita; petunjuk 

araukeng   /araukêng/ n 

penyakit yg disebabkan 

oleh angin jahat 

arawa   n tangga 

araweng   /arawéng/ n sore 

araweng-araweng arumpigi 

21 

 

araweng-araweng   a agak 

sore 

are   /aré/ n are (satuan ukuran 

luas) 

are-are1   /aré-aré/ a 

meremehkan 

(menganggap rendah) 

are-are2   /aré-aré/ a sia-siakan 

area   /aréa/ n ilalang 

arek1   /arék/ 1  adv mungkin 

2  pron apa 

arekga   pron apakah sikaju -- 

dua? satu apakah dua? 

arekgi   pron entah sita -- 

paemeng ato dek entah 

kita berjumpa kembali 

atau tidak 

arek2   /arêk/ n perkakas tenun 

yg berupa tali atau 

benang, berfungsi untuk 

mengangkat 

benang-benang pd 

tenunan 

arek, marek3   /arêk/ a erat --i 

tuluna 

angngessongngengnge! 

eratkanlah tali 

jemurannya! 

arella   /arêlla/ n rangrang 

ittello arella   n telur rangrang 

areloji   /arêloji/ n arloji 

ari1   n tunas 

ari2   n lapisan tipis 

ari3   /ari:/ n kurap 

aripik   n anyam 

ari-aripik  v 

anyam-menganyam 

ariseng   /arisêng/ n panau 

ariwik   n tali gantungan 

aro1   pron itu -- engkani pole 

pabbaluk kajue itu 

penjual sayur sudah 

datang 

mangaro   v menuju ~ 

tegakik? menuju ke 

mana? 

aro2   n dada mapeddi --ku 

dadaku sakit 

aro3   n merang 

arompang   n tulang kering 

aropek1   lihat karopek 

aropek, makaropek2  

 /aropêk/ a kasar ~ 

ajunna kadera ero kayu 

kursi itu kasar 

arua   num delapan 

aruk   v amuk 

mangaruk   v mengamuk 

mangaruk-aruk   v 

beramuk-amuk 

aruku   n topeng 

arumpigi   n alat tari Bissu yg 

terbua


bugis Indonesia 2


 


t dr bambu, 

dibungkus dng kain 

berwarna merah atau 

putih, bagian kepalanya 

terbuat dr kayu, bagian 

ekornya terdiri dr pita yg 

disesuaikan dng warna 

badan 

arung asaureng 

22 

 

arung   n raja -- masala uli raja 

perempuan sakit kulit 

akkarungeng   n 

pemerintahan 

mateddek ~ na 

arumpone 

pemerintahan raja Bone 

kuat 

arumpugi   n raja Bugis 

makkarung   v berkuasa 

maitta ~ ri Bone lama 

berkuasa di Bone 

ripakkarung   v memerintah 

iana ~ ri Timurung 

dialah memerintah di 

Timurung 

temmakarung   v tidak 

memerintah Andi Lanu 

~ ri Bone Andi Lanu 

tidak memerintah di 

Bone 

arung malolo   putra mahkota 

arung makkunrai   ratu; 

permaisuri 

arung mangkauk   gelar 

kehormatan bagi raja 

Bone yg memegang 

kekuasaan tertinggi 

dalam kerajaan 

arung palakka   raja Palakka 

(nama gelaran raja Bone 

La Tenri Tatta) 

arung pitue   dewan adat 

Kerajaan Bone 

arupeng   /arupêng/ v rawat 

marupeng   v merawat 

baik-baik ianaro ~ 

anakkuk wettuku 

jokka Jakarta dialah 

yang merawat anakku 

ketika saya pergi ke 

Jakarta 

arusuk1   n rusuk mapeddi --ku 

rusukku sakit 

arusuk2   n aliran -- uwae tuli 

nacceri lopie aliran air 

selalu mengikuti perahu 

asa   v asah --i piso puppue 

asah pisau tumpul itu 

asa-asa   n tumbuhan yg perasan 

airnya dibuat sbg obat 

tetes mata 

asak   v tanam (tt biji jagung, 

kacang, dsb) 

masak   v menanam biji 

riasaki   v ditanami 

asana   n cendana 

asanreng   /asanréng/ v gerakan 

tiang layar dr kiri dan 

kanan krn ditimpa angin 

kencang 

asara   v upaya; ikhtiar 

asarai   v mengupayakan; 

mengikhtiarkan 

makkasara   v berupaya; 

berikhtiar 

asaureng   /asaurêng/ v 

kewalahan -- nataro 

pangngelli kewalahan 

karena pembeli 

ase assokkoreng 

23 

 

ase   /asé/ n padi maridini 

--maelo-e riengngala 

padi yang akan dipanen 

sudah menguning 

parase   v mengambil banyak 

padi tau ero ~ nasabak 

maloang galunna 

orang itu mengambil 

banyak padi karena 

sawahnya luas 

ase pulu   padi pulut 

ase lalo   padi biasa 

asek   /asék/ n atas enrekkik ri 

asek bola naiklah di atas 

rumah (rumah panggung) 

Aseneng   /asénéng/ n Senin 

aseng   /asêng/ n nama iga 

--mu? siapa namamu? 

poaseng   v menamai 

ambokna ~I La  Baco 

ayahnya menamainya  

La Baco 

aseo   /aséo/ n padi biasa 

asera   /aséra/ n sembilan 

assalak   v merasai 

assaleng   /assalêng/ n asal tau 

ero dek narisseng --na 

orang itu tidak diketahui 

asalnya 

assang   n insang alaiwi -- na 

bale lepaskan insang ikan 

itu 

assarak   n asar mattamani 

wettu -- sudah masuk 

waktu asar 

assarang   v bercerai ajak -- 

sibawa bainemu 

janganlah bercerai 

dengan istrimu 

assareng   /assarêng/ n acuan -- 

songkokna ambekkukk 

acuan kopiah anakku 

massatinja   v beristinja 

assauang   n ubub (alat 

pengembus api); lubang 

angin 

assek   /assêk/ a teguh; kuat -- 

passeona tasekmu 

pengikat tasmu sangat 

teguh 

passek   v mempererat; 

memperkuat na ~i 

seona ajunna dia 

mempererat ikatan 

kayunya 

assi   a gagah --na La  Dado 

jokka bottingnge La 

Dado tampak kuat ke 

pesta pernikahan 

assikapungeng  

 /assikapungêng/ n 

pernikahan yg 

mempelainya berasal dr 

kedudukan sosial yg 

setara 

assokkoreng   /assokkorêng/ n 

dandang yg digunakan 

untuk membuat nasi 

ketan yg dibungkus hasil 

anyaman daun lontar 

assu atekak 

24 

 

assu   v keluar -- ko gatti 

nasabak naobbiko 

indokmu cepat keluar 

karena kamu dipanggil 

ibumu 

astagefirullah  

 /astagêfirullah/ p 

astagfirullah 

asu   n anjing maega -- 

rilalengnge banyak 

anjing di jalan 

Asura   n hari Asyura 

asuransi   n asuransi 

ata   n hamba; budak 

tulungngi --mu Puang 

Alla taala tolonglah 

hambamu ya Allah 

agiata   v jasikan sbg hamba 

akkatangen   v 

memperhambakan 

nakatutui gaukna ~ 

nari Arungnge ia 

menjaga sifatnya dalam 

mempertahankan diri 

pada raja 

papoata   v memperhamba 

sengata   v menjadi hamba 

ata mabuang   status budak 

krn melanggar hukum 

adat 

ata manak  status budak 

turunan yg didapat sbg 

warisan dr kedua orang 

tua 

ata polempessi   hamba 

sahaya krn kalah perang 

ata puppu   menjadi hamba 

terus-menerus maelo ko 

mancaji ~? kamu mau 

menjadi hamba 

terus-menerus? 

ata rielli   status hamba sahaya 

krn seseorang dibeli 

oleh seorang majikan 

ata tai manuk   status hamba 

rendah yg menjadi milik 

seseorang yg juga masih 

berstatus hamba sahaya 

atapang   n ketapang 

atau   n kanan bolana -- na 

bolakuk rumahnya di 

sebelah kanannya 

rumahku 

ate   n hati dek upoji manre 

-- manu saya tidak suka 

makan hati ayam 

atek1   /atêk/ n atap 

angatereng   n balok tempat 

mengikat atap 

mangatek   v mengatap 

pangatek   bahan untuk 

mengikat bengkawang 

(paku rotan) 

atek2   /atêk/ a gatal ~ pa 

usedding aleku badanku 

terasa gatal 

atekak   /atékak/ n iktikad 

engka -- na makessing 

riidik ada iktikadnya  

kepadamu 

ati awa 

25 

 

ati1   n 1  hati (daging dr hati 

sbg bahan makanan 

(terutama dr binatang 

sembelihan) 

2  hati (sesuatu di dalam 

tubuh manusia yg 

dianggap sbg tempat 

segala perasaan batin) 

matajangi sininna – 

mapettangnge 

terangilah semuanya hati 

yang gelap 

ati maringeng   hati yg putih 

dan ringan 

ati-ati   a keras hati dekna 

makessing taue ma ~ 

tidak baik orang yang 

keras hati 

assiating   v kesehatian 

tapakessingi ~ ta 

maneng perbaiki 

kesehatian kita; 

pariati  v memperhatikan 

(membuat berhati) ajak 

~ ada-adanna We 

Becce jangan kamu 

memerhatikan kata-kata 

We Becce 

ati2   n puting (bagian pangkal 

pisau) masolang -- 

pisomu pangkal pisaumu 

rusak 

atong   n atom 

atorok   v atur --i lalempolamu 

namakessingi rita atur 

dalam rumahmu agar 

kelihatan bagus 

atta   v mendahului tanpa 

diberitahu terlebih 

dahulu 

mangatta, mappangatta   v 

siap ~ maneng 

wali-wali kedua belah 

pihak bersiap siaga 

pangattang   n ancang-ancang 

attahiak   v bertahiyat dalam 

salat 

attang   n selatan 

atte   /atté/ v pegang 

siatte   lihat siatting 

atteang   lihat amparang 

attoriolong   n hal ihwal masa 

lalu; tradisi 

attuang   a andal 

attuangeng   n andalan 

atu   v atur; jejer; tata 

atu-atu   n tatacara; susunan 

makkatung   v beraturan 

engka lebbi 300 

kodok-kodok ~ 

tappani ri wennie lebih 

dari 300 lampion 

beraturan bersinar-sinar 

cahayanya pada waktu 

malam 

atutu   adv hati-hati; waspada -- 

ko lao massikola 

berhati-hatilah pergi ke 

sekolah 

makkatutu ayak 

26 

 

makkatutu   v berhati-hati 

awa   n bawah ri -- na bolae 

marotak laddek di 

bawah rumah kotor sekali 

pariawa   v 1  meletakkan di 

bawah 

2  n tidak dihargai 

awa sao   kolong rumah 

awang   n sekam 

awaru   n upaya diiringi doa 

makkawaru  v berupaya 

pakkawaru   n alat, bahan, 

atau cara sbg tumpuan 

harapan 

awe1   /awé/ a dekat 

awe2   /awé/ n tumbuhan liar yg 

daunnya gatal 

awe3   /awé/ p wah (kata seru 

atau ucapan yg biasa 

menyertai rasa kagum 

atau rasa heran) 

awella   /awêlla/ n rumput; 

ilalang 

awing   v bawa (angkat ke 

tempat lain) 

mawing   v membawa to ~ 

bicara orang yang 

membawa pembicaraan 

awiseng   /awisêng/ n istri 

awo   n bambu 

awo banua   bambu duri 

awo dea   jenis bambu 

awo lagading   bambu uncue 

awo lalo   bambu biasa 

awo pettung   bambu betung 

cakke awo   ranting bambu 

awotta   n kolang-kaling (buah 

enau) 

awu   n abu; debu 

makkawu   v berdebu ~ 

mejang ero meja itu 

berdebu 

makkawu-awu   v bermain 

abu iaro anak-anak-e 

napoji ~ anak-anak itu 

suka bermain abu 

ate awu   abu yg tinggal pd 

tungku 

awwa   p kata seru yg 

menyatakan perasaan 

tidak puas, tidak senang, 

menghina, dsb 

ayak   n ayat 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ba babang salo 

27 

 

B  -  b 

ba1   n aksara ke-6 pd abjad 

lontarak Bugis 

ba2   n windu 

ba3   p ya --, cocok laddek 

iatu ipaue ya, benar 

sekali apa yang Anda 

katakan 

ba4   v hantam i -- pole munri 

garek? konon dia 

dihantam dari belakang 

mabba   v menghantam palu 

godang napake ~ 

tembok palu godam 

yang dia pakai 

menghantam tembok 

pabba   n penghantam ~ aga 

napake ruttungngi 

sappo bolana? 

penghantam apa yang 

dia gunakan untuk 

meruntuhkan pagar 

rumahnya? 

mappabba   v membiarkan 

diri dipukul orang lain 

aja memeng mu 

~rengngi alemu jangan 

sekali-kali engkau 

membiarkan dirimu 

dipukul orang lain 

siba   v saling hantam ~si taue 

ku aggolok-eng orang 

saling hantam lagi di 

lapangan 

baba1   n ruangan siaga -- na 

bola barumu berapa 

ruangan rumah barumu? 

baba2   /baba/ n muara -- saloe 

muara sungai 

babak1   n sebutan bagi orang 

Cina peranakan 

elliangnga pejje sidoko 

ri tokona I  -- tolong 

belikan garam satu 

bungkus di toko orang 

Cina peranakan itu 

babak2   n tanda lahir hitam atau 

merah pd tubuh yg 

dibawa sejak lahir engka 

-- rilekkekna ada tanda 

lahir di punggungnya 

babalesu   /babalésu/ n lipas 

laut 

babang   n pintu mangolo 

pegai --na bolamu pintu 

rumahmu menghadap ke 

mana? 

makbabang   v terbuka ~ ni 

lettang ri poncinna 

sudah terbuka bisul 

yang ada di pantatnya 

babang salo mabbaca 

28 

 

babang salo   pertemuan 

antara sungai dan laut; 

muara sungai 

babba   v memukul pakai kayu 

aja lalo tuli mu--i 

anakmu janganlah selalu 

mencambuk anakmu 

babbang   n ikat pinggang -- 

warna aga cocok iae 

wajukkuk ikat pinggang 

warna apa yang cocok 

dengan bajuku ini 

mabbabbang   v memakai ikat 

pinggang macca toni ~ 

anrikkuk adikku sudah 

pintar memakai ikat 

pinggang 

babbarak   v terkembang (tt 

layar dsb) pura -- 

sompekkuk, pura 

tangkisik gulikkuk, 

ulebbirengngi telleng 

na tuwalie bila layar 

sudah terkembang, 

kemudi sudah terpasang, 

lebih baik tenggelam 

daripada surut langkah 

babbasa   n lauk dr ikan yg 

dipanggang dicampur 

dng merica, bawang, 

minyak goreng, dan cabai 

babi   v beda 

sibabireng   v berbeda ~ngi 

adanna na 

pangkaukenna 

perkataannya berbeda 

dengan perbuatannya 

babu   n pembantu rumah 

tangga 

babua   n perut maloppo --na 

perutnya besar 

paribabua   v masukkan ke 

dalam perut ~ 

pappangajana 

tomatuammu! 

masukkan ke dalam 

(perhatikan) nasihat 

kedua orang tuamu 

lerek babua   lipatan perut 

baca1   v baca --ngengak surek 

nakiringnge kakamu 

tolong bacakan surat 

yang dikirim oleh 

kakakmu 

baca-baca   n 1  bacaan 

maega ga surek -- basa 

Ugi ri bolata? apakah 

banyak bacaan Bugis di 

rumah Anda? 

2  v mantra pura muga 

muaggurui --na 

nenemu? apakah sudah 

engkau pelajari mantra 

kakekmu? 

mabbaca bacu-bacu 

29 

 

mabbaca   v membaca maega 

mupa tau dek naisseng 

~ ri kamponna masih 

banyak orang yang 

tidak tahu membaca di 

kampungnya 

baca2   v bicara agasi na -- 

ambokkukk sibawa tau 

ero apa lagi yang 

dibicarakan ayah dengan 

orang itu 

baca-baca   n perkataan 

(pembicaraan, ucapan) 

yg tidak dapat dipercaya 

maega baca   cerewet; suka 

membantah ajak 

mutuli ~, natettek 

ammanno taue jangan 

selalu cerewet, nanti 

kau dipukul orang 

bacci  a benci dek kasik ullei 

--ki daeng saya tidak 

sanggup membencimu 

kakak 

mabacci   a marah; jengkel 

mappakabacci   v 

menjengkelkan ~ 

gaukmu perbuatanmu 

menjengkelkan 

sibacci  a saling benci dek tu 

nawedding -- taue 

naliweng tellumpenni 

orang tidak boleh saling 

marah lebih dari tiga 

malam 

baccik   lihat beccik 3 

bacecak, mabbacecak  

 /bacécak/ adv 

berkali-kali -- mani 

uengkalinga ajena saya 

dengar langkah kakinya 

berkali-kali dan cepat 

bacicikang   n penyakit perut yg 

diderita wanita dewasa, 

muncul pd saat akan haid, 

ditandai dng sakit perut 

yg amat sangat, secara 

fisik ditandai dgn memar 

pd anggota tubuh lain, 

berwarna kebiruan 

(lebam), spt terkena 

benturan 

bacikong   n cebong 

bacok   n sebutan (panggilan) 

khas Bugis kpd anak 

laki-laki pegako maela 

jokka, --? engkau mau 

kemana, Bacok? 

bacok-bacok   n budak (pelayan 

laki-laki) engka mupaga 

tau mancaji -- 

makkekkukwae masih 

adakah orang menjadi 

budak sekarang ini? 

bacu1   v bersamaan 

bacu2   n batu kecil 

bacu-bacu   n batu kecil 

(kerikil) 

bacung bagang lopi 

30 

 

bacung   a cocok narekko -- ni, 

pada lesuno kubolamu 

kalau sudah cocok, 

pulanglah 

masing-masing ke 

rumahmu 

sibacung   n kecocokan 

narekko ~ no 

parelluno kawing jika 

sudah ada kecocokan, 

kalian boleh kawin 

badak   n badak deppa na 

engka wita langsung 

olo-kolo itellarengnge -- 

saya belum pernah 

langsung melihat 

binatang yang dinamakan 

badak 

baddang   v mulai berdiri (tt 

anak kecil yg belajar 

berdiri) dekna isedding 

tappa --ni garek eppona 

tidak terasa katanya 

ternyata cucunya suka 

mulai berdiri 

baddilik   n bedil tentara ero 

tiwi -- tentara itu 

membawa bedil 

baddo   lihat dao 

baddok1   n badut anrikkuk 

terri iyaku mitai -- 

adikku menangis kalau 

melihat badut 

baddok2   n kesambi (jenis 

buah) 

baeduri   /baéduri/ n baiduri -- 

parimata ciccinna 

permata cincinnya ialah 

baiduri 

baeng, baeng-baeng   /baéng/ n 

persinggahan 

baetulemali   /baétulêmali/ n 

baitulmal 

baga, baganna   a untunglah -- 

uengkalingai gora 

untunglah saya dengar 

dia berteriak 

bagang   n bagan (tempat 

mengangkap ikan di laut) 

mabbagang   v menggunakan 

bagan riolo pa na riolo 

na ~ memeng nenena 

dari dulu nenek 

moyangnya memang 

memakai bagan 

pabbagang   n nelayan yg 

menangkap ikan 

menggunakan bagan 

maega tona ~ 

mappunnai kappala 

loppo sudah banyak 

nelayan yang 

mempunyai kapal besar 

bagang lopi   n cara menjaring 

ikan menggunakan 

perahu bagan, dan dapat 

dilayarkan atau 

dipindah-pindahkan dng 

menggunakan layar 

bage mabbaine 

31 

 

bage   /bagé/ v bagi siaga-siaga 

wasselekna, -- ratai 

berapapun hasilnya, bagi 

rata saja 

mabbage   v membagi 

narekko riwerekko 

kesempatang ~ 

padecengi laloi 

batemu jika engkau 

diberi kesempatan 

membagi, lakukanlah 

dengan cara yang baik 

pabbage   n pembagi iyae 

tawana ~ ini bagian 

untuk pembagi 

tabbage   v terbagi ~ manenni 

juku karobana taue 

daging kurbannya sudah 

terbagi semua 

tabbage-bage   v terbagi-bagi 

maunitu maega 

waramparanna 

tomatoammu mancaji 

ceddek toni kupura 

~ni: biarpun harta 

orang tuamu banyak 

akan berkurang kalau 

sudah terbagi-bagi 

biarpun harta orang 

tuamu banyak akan 

berkurang kalau sudah 

terbagi-bagi 

bageak   /bagéak/ n bagea 

bageang1   /bagéang/ p kata 

depan untuk menyatakan 

bagian 

bageang2   /bagéang/ n 

penghasilan dan gaji 

untuk para nelayan, atau 

hasil dr sewa mesin atau 

lampu 

bagena   n persenan yg 

diberikan kpd pemilik 

perahu 

bagenda   /bagénda/ n baginda 

-- Ali asenna baginda Ali 

namanya 

bagorek   /bagorék/ n 

tumbuhan yg dapat 

dijadikan bedak 

bagulik   n kelereng 

anak-anak-e napuji 

maccule -- anak-anak 

suka bermain kelereng 

mabbagulik   v bermain 

kelereng niga rikala ~? 

siapa yang kalah 

bermain kelereng? 

bai   n betina asu -- palek 

nasappa ternyata dia 

mencari anjing betina 

baiccuk   a kecil -- mupi napoji 

memengni makkelong 

sejak kecil dia sudah 

gemar menyanyi 

bainang   n belimbing maega 

buana pong -- ku pohon 

belimbingku banyak 

buahnya 

baine   /bainé/ n istri 

abbaineng   n ideal dijadikan 

sbg calon istri 

mabbaine bajik 

32 

 

mabbaine   v beristri 

baiseng   /baisêng/ n besan 

maelokak jokka ri 

bolana --kuk saya mau 

berkunjung ke rumah 

besanku 

mabbaiseng   v berbesan ~kik 

palek sapposisekkuk 

ternyata Anda berbesan 

dengan sepupuku 

baitulemukaddasek  

 /baitulêmukkadasêk/ n 

baitulmaqdis 

baitulla   n baitulharam; kabbah 

baja1   n besok sibawakik 

jokka sikolae -- ko elei 

kita bersama-sama ke 

sekolah besok pagi 

abajang   a terlambat bangun 

pagi laono masittak 

matinro  ~ ko matuk 

pergilah cepat tidur 

nanti engkau kesiangan 

pappabaja   n hari esok 

baja2   a siang; bersih --i 

asemu! bersihkan 

padimu! 

mabbaja   v menyiangi; 

membersihkan laoi ~ 

kubburuk ia pergi 

membersihkan kubur 

mabbaja laleng   v mencari 

jalan keluar 

bajabuk   n abon ikan 

bajak1   n mengkudu 

bajak2   n besi baja 

bajang   n bayangan engkana 

kira-kira -- uppanna 

mujokka sompek? 

apakah sudah ada 

bayangan kira-kira kapan 

engkau akan pergi 

merantau? 

bajarilau   n keadaan; situasi 

anak-anak ero deppa 

naiissengngi -- 

anak-anak itu belum 

mengetahui keadaan 

baje   /bajé/ n wajik 

mabbaje   v membuat wajik 

baje canggoreng   n penganan 

yg terbuat dr kacang 

tanah, dimasak dng 

lelehan gula merah 

bajeng   /bajéng/ n angin 

bajek1   /bajêk/ n tiram 

berbentuk segitiga, 

kulitnya licin dan 

mengkilap 

bajek2   /bajêk/ n pukas 

(kemaluan perempuan) 

bajek3   lihat barak -- nallupai 

nadepa gaga takkappo 

makkekkukwae 

mungkin dia lupa 

sehingga belum datang 

sampai sekarang 

bajik  v bersihkan (tt hewan yg 

akan diolah menjadi 

masakan) 

mabbajik mappatabbakka 

33 

 

mabbajik   v membersihkan 

naduangngi indokna 

mabbajik bale dia 

membantu ibunya 

membersihkan ikan 

mabbajik bale  

 membersihkan sisik 

ikan 

bajo   n bajau 

bajoe   /bajoé/ n 1  tempat 

pemukiman orang Bajo 

2  pelabuhan di Teluk 

Bone yg ramai 

dikunjungi 

perahu-perahu dr 

Sulawesi Selatan 

bajuang   n tunangan 

silaongngi -- na lao 

makkita-ita ia pergi 

menonton bersama 

dengan tunangannya 

bak   n bak (kolam tempat air 

di kamar mandi) 

baka1   n kisa 

baka2   n sukun 

bake   /bakê/ a yakin iyako -- 

no pugaukni kalau 

sudah yakin kerjakanlah 

bakeri   v jadikan sbg 

keyakinan tuli ~ ni iaro 

rilalekkalemu selalu 

jadikan keyakinan itu 

dalam dirimu 

bakekek   /bakékék/ n 

bangkong 

mabbakekek   v menyerupai 

bangkong aja tosi 

namaega laddek 

kumanreko, ~ kotu 

matu janganlah juga 

terlalu banyak kalau 

kamu makan, nanti 

badanmu seperti 

bangkong 

bakik   n baki 

mabbakik   v menghidangkan 

dng baki manre ~ 

makan memakai baki 

sibakik   n satu baki 

bakka1   a mengkal (tt buah) -- 

ni paoe ku yolo bolana 

mangga yang di depan 

rumahnya sudah mengkal 

bakka2   v mekar (tt bunga) -- 

maneppi bungana 

inappa muappitang 

nanti mekar semua 

bunganya baru engkau 

perlihatkan 

tabbakka   v mekar gello patu 

rita rekko ~ ni iaro 

bunga pute cantiknya 

kalau bunga melati itu 

sudah memekar 

mappatabbakka   v 

memekarkan ~ bue 

indokkuk ibuku 

memekarkan kacang 

hijau 

bakka bala-bala 

34 

 

bakka3   n jagoan; jawara -- tu 

nenena riolo dulu, 

kakeknya terkenal 

sebagai jagoan 

bakka4   n bulu ayam 

bakkasang   a lega -- ni ro 

pappeneddingna sudah 

lega perasaannya 

mabbakkasang   v melegakan 

diri 

bakkaweng   /bakkawêng/ n 

bengkawan 

mabbakkaweng   v membuat 

bengkawan 

bakke1   /bakké/ v terkalahkan 

-- sisik tebbakke 

abbatireng terkalahkan 

keadaan fisik, tidak 

terkalahkan titisan (dari 

keturunan) 

bakke2   /bakké/ n bangkai 

laono masittak 

lemmek-i -- balawo ero 

cepat-cepatlah engkau 

mengubur bangkai tikus 

itu 

bakkek1   /bakkê/ n pohon yg 

tumbuh di tepian sungai 

atau di dekat sumber air 

bakkek2   /bakkêk/ n kampung 

di Kabupaten Soppeng yg 

masuk dalam Kecamatan 

Ganra 

bakkeleng   /bakkélêng/ n 

bagian rumah yg terbuat 

dr bilah-bilah kayu atau 

bambu, dipasang pd 

kasau (tempat memasang 

atap, nipah, genteng), 

berfungsi untuk 

meluruskan atap 

bakkia   n jendela pekkukgi 

carana ibukka iyae --e? 

bagaimana cara 

membuka jendela ini? 

bakko1   n bakau 

bakko2   n merah jambu 

bakore   /bakoré/ n tumbuhan 

yg buahnya bulat spt 

kelereng, rasanya sangat 

pahit, dijadikan sbg obat 

baku   n bakul --na penno 

werek bakulnya penuh 

beras 

baku-baku   n bakul kecil 

mabbaku-baku   num banyak 

bakul 

baku panda   anyaman daun 

lontar yg berbentuk 

bakul kecil bertutup, 

biasanya digunakan 

menyimpan 

perlengkapan nelayan 

(tembakau, kapur sirih, 

dsb) 

bakung1   n bakung 

bakung2   n nama kampung di 

Kabupaten Bone 

bala-bala   n rancang; bentuk 

mabbala-bala balango cumi 

35 

 

mabbala-bala  n rancangan 

yg sudah mulai tampak 

bentuknya 

balabasak   n mistar; penggaris 

balabbe   /balabbé/ v julur 

mabbalabbe   v terjulur ~ 

gemmekna rambutnya 

terjuntai 

balaceng   /balacêng/ n udang 

kecil 

balacung   n belacu 

baladda   v pukul secara 

beruntun (tt melakukan 

suatu pekerjaan) 

mabbaladda   v memukul 

secara beruntun 

balai   n suami 

balakang  n 1  bakal; calon 

nyilik-nyilikni -- 

manettummu 

perhatikanlah calon 

menantumu itu 

2  muda (tt kuda) 

anynyarang -- kuda yg 

masih muda 

balaki   n payung 

balala   a jarang; langka -- 

laddek pa naengkasi 

komek collong 

kubitarae jarang sekali 

baru ada lagi komet yang 

muncul di langit 

balanak   n belanak 

balanca   v belanjaan 

aring-aringgi --mu 

kalakik hemat-hematlah 

belanjamu, Nak 

mabbalanca   v berbelanja 

pabbalanca   n orang yg suka 

berbelanja 

doik balanca   uang yg 

diserahkan pihak 

laki-laki kpd perempuan 

pd saat melamar untuk 

membiayai pesta 

pernikahan; uang 

belanja 

balanco   lihat balango 

Balanda   n Belanda 

balang, mabbalang-palang1   a 

tidak terang; samar -- rita 

pole mabela kelihatan 

samar dari  jauh 

balang2   n gubal 

balanga   n belanga 

balango   n jangkar; sauh 

tassakkai --e ri batue 

jangkar tersangkut pada 

batu 

mabbalango   v menyauh ri 

pasie kak -- saya 

menyauh di batu karang 

balango aju   jangkar yg 

terbuat dr kayu 

balango cumi   jangkar yg 

bertanduk ganda 

balanynya balempeng 

36 

 

balanynya   v berantakan; 

berserakan ta -- maneng 

pakeyanna lettuk ri 

lego-legoe pakaiannya 

berantakan semua sampai 

ke teras rumah 

mabbalanynya   v 

memberantakkan 

balati   n belati 

balatuk1   n potongan tanah 

berbentuk segi empat, 

ada  rumput di 

atasnya, biasanya untuk 

pekarangan 

balatuk2   n jalan raya o 

ananak, ajak muaculle 

ri --e hai anak-anak, 

jangan bermain di jalan 

raya 

balawo   n tikus nattamai -- 

lappo asena lumbungnya 

diserang tikus 

bale   /balé/ n ikan 

mabbale   v menangkap ikan 

pabbale   n 1  nelayan 

2  n penyedap ikan kering 

bale doddong   ikan yg 

kekurangan zat 

pembakar 

bale loppo   ikan besar 

bale nasu   ikan masak 

bale rakko   ikan kering 

bale tapa   ikan asap 

bale tunuang   istilah untuk 

ikan yg lebih cocok dan 

lebih enak bila dibakar 

tanda bale   n ikan yg tiba-tiba 

muncul dr dasar laut dan 

terbang di atas 

permukaan laut 

balebbek   /balêbbêk/ n 

bungkus si -- tawaro 

napoleang pole ri 

Palopo satu bungkus 

sagu yang dibawa dari 

Palopo 

baleccoreng   /baléccorêng/ v 

berpura-pura 

balek   /balék/ v balik 

mabbalek   v membalik 

tabbalek   v terbalik ~ otona 

ku allek kappang 

mobilnya terbalik di 

Alek Kappang 

baleke   /balêkê/ v memakai; 

menyandangkan 

baleng   /balêng/ n perhentian 

air 

balenggu   /balênggu/ n 

belenggu na--ak ri 

laleng tarungkue saya 

dibelenggu dalam rumah 

tahanan 

balempeng1   /balêmpêng/ v 

belam (tt api) 

mabbalempeng   v membelam 

api 

balempeng2   /balêmpêng/ v 

peram 

balemping mabbali 

37 

 

balemping   /balêmping/ a 

pengap --pa sedding 

wettutta ri lalenna 

liangnge pengap sekali 

rasanya waktu kita di 

dalam goa 

mabbalemping   v 

kepengapan 

balempaleng   /balémpaléng/ v 

melempar dng 

menggunakan sepotong 

kayu 

balepe1   /balépé/ a lepas 

balepe2   /balépé/ n kecoak 

engka -- matama 

kulamarikkukk ada 

kecoak yang masuk ke 

lemariku 

balesse   /balêssé/ n karung yg 

terbuat dr daun siaga -- 

pejje nala seddi oto 

berapa karung garam 

yang bisa dimuat satu 

mobil? 

balewang   /baléwang/ n jala yg 

berupa kawat, biasa 

untuk menangkap 

serangga pemakan padi 

bali1   n lawan mateddek garek 

--na lawannya berat 

katanya 

mabbali   v melawan; 

berseberangan kuwapi 

ri panynyingkuluk 

maka duwae 

inappakik ~ laleng 

nanti di perempatan ke 

dua baru kita melawan 

arah jalan 

sibali   v berlawanan ~ kik 

tumatu narekko pada 

mennangngi ri 

putarang pammulang 

kita akan saling lawan 

kalau masing-masing 

lolos putaran pertama 

bali2   n pasangan; kawan 

manyamekkak ia 

nasabak magello culena 

--ku saya senang karena 

pasanganku bagus 

mainnya 

mabbali   v berpasangan ~pa 

tau mattama kurao 

harus berpasangan 

orang bila masuk di situ 

sibali   n pasangan ~siki 

cappok kita pasagan 

lagi kawan 

bali3   v jawab; balas --i 

surekna masigak 

balaslah suratnya 

secepatnya 

mabbali ballegek 

38 

 

mabbali   v menjawab; 

membalas engkana tau 

~ uengkalinga saya 

dengar, sudah ada orang 

yang menjawab 

mabbali-bali   v menentang; 

tidak mau mendengar 

pesan orang lain detu 

namagello ampe ~e 

tidak baik perbuatan 

yang tidak mau 

mendengar pesan orang 

lain 

balibi   n karengga (kuda yg 

bulunya 

kemerah-merahan) 

balibodo   n alat penangkapan 

ikan yg terbuat dr bambu 

yg dipotong-potong, lalu 

dibelah-belah dan diraut, 

dianyam spt kurungan 

ayam, bagian atas 

terbuka, bagian bawah 

dibuat runcing, bila 

ditekan ke lumpur 

langsung tertancap 

baligauk   n pimpinan dewan 

adat kerajaan 

balik1   a luntur -- waju 

batekna baju batiknya 

luntur 

balik2   v ubah; berubah 

balik-balik   v berubah-ubah 

balik bellang  orang yg tidak 

berprinsip atau tidak 

berpendirian tetap tau 

~e dek nawedding 

itaneng batunna orang 

yang tidak tetap 

pendiriannya tidak bisa 

dipercaya 

balik-balik   n sopak 

baling   v bantu laoko mai ~ ki 

mari bantulah kami 

baling-baling   n alat yg 

berfungsi untuk menahan 

arus pd perahu bermesin 

dalam pelayaran 

balingangang   a tercengang -- 

nga sedding 

maengkalingai 

karebana saya 

tercengang mendengar 

kabar beritanya 

balipeng   /balipêng/ n lipan 

balippeng  /balippêng/ n bedan 

mabbalippeng   v membedan 

~ olina purana manre 

bukkang setelah makan 

kepiting, kulitnya 

membedan 

balireng   /balirêng/ n 

belimbing 

balitteng   lihat balippeng 

baliukka   lihat waliang 

ballalo   a segera; cepat 

 adv baru saja terjadi 

ballatung   n rambutan 

ballegek   /ballégêk/ a balig 

ballerek baluk-baluk 

39 

 

ballerek  lihat ballegek 

ballilik   n senapan 

balo   n 1  belang anynyarang 

--e malessi lari kuda 

yang belang kuat larinya 

2  warna; corak maga 

rita -- na lipakmu? 

bagaimana kelihatannya 

corak sarungmu? 

balo lebbak   corak atau kotak 

yg lebar 

balo rennik   corak atau kotak 

yg kecil 

balo tengnga   corak atau 

kotak yg sedang 

balobo   v siram --i uwae 

alalemu siramlah air 

badanmu 

mabbalobo   v menyiram ~ak 

taneng-taneng saya 

menyiram 

tanam-tanaman 

pabbalobo   n penyiram iatu 

bosie ~i ri 

taneng-tanengnge 

sesungguhnya hujan itu 

penyiram bagi 

tanam-tanaman 

balok   n balok siaga lampena 

--mu? berapa panjang 

balokmu? 

baloko   n onggok (tt kertas, 

kain, atau pakaian) na -- 

bawangsi wajunna dia 

onggokkan saja bajunya 

balong   n balon teriwi anrinna 

maelo melli -- adiknya 

menangis mau membeli 

balon 

balorang   n solok 

balosok   v berosot; gelincir 

tabbalosok   v tergelincir ~i ri 

peppingnge dia 

tergelincir di jurang 

balu1   n janda 

balu2   a pening; pusing 

balu3   a pelit --pa amaurena 

pelit sekali bibinya 

balubburu   v air yg 

bergelembung-gelembun

g akibat adanya sentuhan 

sesuatu benda ke dalam 

air 

balubu   n guci maega -- gello 

kubolana banyak guci 

cantik di rumahnya 

baluccu   v guyur --i ulummu 

guyurlah kepalamu 

mabbaluccu   v mengguyur 

jokkai ~ tanengngeng 

sikolak dia pergi 

mengguyur bibit 

tanaman kakao 

baluk   v jual ajak mu --i 

anynyarangmu jangan 

engkau menjual kudamu 

baluk-baluk   n jualan 

malaku mani ~ na 

jualannya laris sekali 

mabbaluk mabbandang 

40 

 

mabbaluk   v menjual ~ 

indokna ri pasae ibu 

menjual bahan-bahan 

pokok di pasar 

pabbaluk   n penjual 

ambokkuk ~ tedong 

ayahku penjual kerbau 

balukka   lihat lukka 

balulak   a bengkak 

balulu   v membalut na--i 

salemu alena nasabak 

makeccek paneddinna 

ia membalut semua 

badannya dengan selimut 

karena kedinginan 

balusuk   n kima; siput besar 

balutak   n marus dek ia uanre 

-- saya tidak makan 

marus 

balutuk   a acak-acakan; 

berantakan 

mabbalutuk   v menaruh 

pakaian secara 

sembarangan 

baluttek   /baluttêk/ v belit; lilit 

mabbalutte   v membelit; 

melilit 

sibalutte   v terbelit; terlilit 

bampa1   n belalang 

bampa2   v pukul; tampar ajak 

mu --i anakmu engkau 

jangan pukul anakmu 

bampang1   n serampang 

bampang2   a serentak; 

ramai-ramai 

mabbampangeng   v bergerak 

serentak; beramai-ramai 

bampuk   n pohon yg buahnya 

serupa mengkudu, 

ukurannya lebih kecil 

bampura  n perut 

bampusak   a gembrot 

banappati   n jiwa; hati nurani 

banaseng   /banaséng/ n bambu 

atau balok yg memanjang 

antara dua buah baratang 

dng melintasi batang 

perahu (berguna untuk 

mengendalikan perahu 

agar tidak oleng ke kiri 

atau ke kanan) 

banawa1   n kapal pengangkut 

kuda, ternak, dsb 

banawa2   n nama kampung di 

Gorontalo kuno yg 

disebut dalam I La 

Galigo 

banci-banci   n kapak kecil 

tiwirengnga mai -- 

bawakan saya kapak 

kecil 

banda   n jenis padi 

bandala   n bendala 

bandang1   n bandeng 

bandang2   n nagasari egapa -- 

natiwi banyak sekali 

nagasari yang dia bawa 

mabbandang mappabangkarok 

41 

 

mabbandang   v membuat 

nagasari laoko mae 

balikkak ~ ke sinilah, 

bantu saya membuat 

nagasari 

bandeja   /bandéja/ n satu 

penjuru (jurusan) 

bandera   /bandéra/ n bandera 

mappenrek --i dia 

mengibarkan bendera 

bandike   lihat mandike 

bang1   n azan purani ga -- taue 

kumasijik-e apakah 

sudah azan di masjid? 

bang2   n liter 

bang3   v tebang 

mabbang   v 1  menebang 

2  v membuat balok kayu 

pabbang   n penebang 

bang4   n ban -- motorok ban 

motor 

bang5   n bank 

banga1   n tempurung 

banga2   n rumput yg daunnya 

dapat dibuat tikar 

banga-banga   n bunglon 

bangek   /bangêk/ a apak (spt 

pd kain kotor yg basah) 

mabangek   v berbau apak 

bangnga   1  a telak; tepat 

sasaran 

2  v pukul 

bangi   n pipi lengngina jek -- 

nna mulus sekali pipinya 

bangka   a robek -- wajukuk 

nasabak taggalai ri 

pakue bajuku robek 

karena tersangkut di paku 

bangka-bangka   n banyak 

robek ajakna mupakei 

waju ~mu tidak usahlah 

kau pakai lagi bajumu 

yang sudah banyak 

robeknya 

mabangka   v menjadi robek ~ 

nitu sulakmu apa 

mugetteng laddek-i 

celanamu menjadi 

robek karena terlalu 

tertarik 

bangkak   a sombong 

 v pilih-pilih makanan 

mabangkak   v 

menyombongkan diri 

baja sangadie muita 

deceng ajak lalo mbo 

mu ~ suatu hari nanti 

jika engkau sudah 

berhasil jangan 

sekali-kali 

menyombongkna diri 

bangkalak1   a mengkal pao -- 

naelli ri pasae dia 

membeli mangga yang 

mengkal di pasar 

bangkalak2   n tanah yg tinggi 

biasanya untuk 

pelantikan raja 

bangkarok   a bangkrut 

mappabangkarok bantianggorok 

42 

 

mappabangkarok   v 

membangkrutkan 

bangkek   /bankék/ n kue kering 

bangkeng   /bankéng/ n pisau 

besar (lebih besar dr 

pisau biasa, tetapi lebih 

pendek dp pedang) 

bangko   n bangku 

bangko-bangko   n tempat 

duduk di perahu kecil 

yg terbuat dr papan yg 

dipotong-potong kecil; 

bangku-bangku 

bangkung   n parang 

bangkung Luwu   n parang dr 

Luwu yg amat sakti 

bangkung Toraja   n parang 

dr Toraja yg tajam dan 

kuat, memiliki gagang 

yg berukir 

bangkung sari   n parang yg 

digunakan untuk 

memotong mayang yg 

akan disadap, terkenal 

tajam dan berbisa 

mabbangkung   v memakai 

atau membawa parang 

ajak musembarang ~, 

natikkeng kotu polisie 

jangan sembarang 

membawa parang nanti 

kau ditangkap polisi 

bangsa   n bangsa napancajiko 

matuk seua -- maraja 

engkau akan dijadikan 

bangsa yang besar 

bangsak   a bangsat ajak 

mubati-batingi nasabak 

tau -- jangan engkau 

hiraukan karena ia 

bangsat 

bangsalak   n bangsal 

pauttamak-i barangnge 

ri --e masukkanlah 

barang di dalam bangsal 

banna   adv hanya dek laing 

tau uellau tulungi --mi 

idik tidak ada yang saya 

mintai pertolongan, 

hanya kepada Anda 

banranga1   n nama jenis 

tombak 

banranga2   lihat bengnga 

banre   /banré/ a miring 

mabbanre   v memiringkan 

banre-banre   a agak miring 

banrong1   n jaring dorong 

banrong2   n timba untuk 

mengambil air dr dalam 

sumur 

mabbanrong   v menimba air 

dr dalam sumur 

bantak   a tuli 

bantak-bantak   a agak tuli 

bantalang   n tempat 

pemrosesan kayu 

gelondongan sehingga 

menjadi papan, balok, 

dsb 

bantang   v bentang; hampar 

bantianggorok   n nama jenis 

tumbuhan 

bantilang barak 

43 

 

bantilang   n tempat pembuatan 

pinisi (perahu layar 

tradisonal 

Bugis-Makassar, 

Sulawesi Selatan) 

bantileng   /bantilêng/ n 

bangunan yg terbuat dr 

bambu 

bantimurung   n kecamatan di 

Kabupaten Maros, 

Sulawesi Selatan yg 

terkenal dng keindahan 

alamnya (spt wisata air 

terjun dan taman 

kupu-kupu) 

banting1   v banting 

abbantingeng   v alat 

membanting 

mabbanting   v membanting 

banting2   v balik arah (putar ke 

kanan atau ke kiri) 

mabbanting   v memutar; 

membelokkan (tt setir 

mobil, dsb) 

bantu   v bantu 

bantung   v menaikkan ke atas 

--i allirie tariklah naik ke 

atas tiang itu 

banua   lihat wanua 

banutung   n pukulan beruntun 

mabbanutung   v memukul 

secara beruntun 

banynyak  n angsa 

makkitelloni -- ku 

angsaku sudah bertelur 

banynyarak   n ikan kembung 

banjar 

bao   n limpa 

bappada   part sama halnya dng 

bara   n kandang 

barabba   n daging menumpang 

engka -- tuo ri linrona 

ada daging menumpang 

yang tumbuh di dahinya 

baracung   n panah air 

baraduk   n batas maksimal 

berat muatan perahu 

untuk layak berlayar 

barahala   n berhala iatu 

mupogauk-e gauk -- 

yang engkau kerjakan itu 

termasuk perbuatan 

berhala 

barajamak   v berjemaah lao 

massempajang -- ri 

masijik-e ia pergi 

bersembayang berjemaah 

di masjid 

barak   1  adv barangkali; 

mungkin -- engkana 

doikna indokmu? 

mungkin ibumu sudah 

mempunyai uang? 

2  p mudah-mudahan; 

hendaknya ellau 

doangngengngak -- 

ritarimakak mencaji 

pegawai doakanlah saya 

mudah-mudahan 

diterima menjadi 

pegawai 

barakkak barellok 

44 

 

barakkak   n berkat 

lulusukkak ri sikolaku 

-- na ellau doatta indok 

saya lulus di sekolah 

berkat doa restu ibu 

barakkapu   n balok kecil sbg 

dasar dr lantai loteng 

baramming   n tumbuhan 

berbatang besar, biasa 

diambil sbg tiang atau 

papan 

barang   n barang maega -- na 

balukk banyak barang 

yang dijual 

barangeng   /barangêng/ n 

pisang berangan 

barangkauk  n perilaku 

barani   lihat warani 

baranna   pron siapa saja --ni 

idik manengnge siapa 

saja di antara kita semua 

barasak   v pukul narekko 

teriko u--ko bila engkau 

menangis, maka saya 

pukul engkau 

barasanji   n barzanji 

mabbarasanji   v membaca 

barzanji 

tungkek-tungkek 

wenni Jumak ~wi taue 

ri bolakuk tiap-tiap 

malam Jumat orang 

membaca barzanji di 

rumahku 

barateng   /baratêng/ n cadik 

perahu 

baratu   n potongan dr uang 

taruhan (biasanya dalam 

permainan judi) 

barebbi, mabbarebbi  

 /barêbbi/ a cerewet 

bareccung   /barêccung/ n 

petasan 

bareggok   /barêggok/ n rantai 

besi (biasa pd tangan) ri 

--i jarinna lari ammengi 

tangannya diikat rantai 

besi, nanti ia lari 

barek1   /barêk/ n balok pipih yg 

panjang dan berderet ke 

belakang, sejajar dng 

penyangga lantai pd 

rumah panggung, 

berfungsi untuk mengikat 

tiang-tiang sebelah atas 

barek2   /barêk/ 1  n musim 

barat; angin barat yg 

membawa hujan 

2  a sulit berlayar krn 

bermacam-macam 

halangan yg dihadai 

barek3   /barék/ n baret 

sorodadue pakei -- 

serdadu memakai baret 

barelle   /barêllé/ n jagung 

barelliang   /barêlliang/ n 

berlian 

barellok   /barêllok/ n papan yg 

bersusun pd dék kapal 

atau perahu untuk 

menyimpan jangkar dan 

tali jangkar 

barempang baruga 

45 

 

barempang   /barêmpang/ n 

damar 

barennak, abbarennak  

 /barênnak/ v jatuh -- na 

uwae mata air mata yang 

jatuh 

barenni   /barênni/ n butiran yg 

kecil sekali 

mabbarenni   a banyak dan 

kecil-kecil 

barepek   /barépék/ n dedas 

mabbarepe   v mendedas 

bareppu   /baréppu/ n 

bintik-bintik kecil dan 

banyak pd kulit (tt biang 

keringat, puru, dsb) 

mabbareppu   v 

berbintik-bintik kecil 

dan banyak pd kulit 

bareppung   /baréppung/ a 

lebat ma-- buana 

coppengnge buah 

jamblang lebat 

baressangeng  

 /barêssangêng/ n ampela 

pd ayam 

baressing   /barêssing/ v bersin 

barere1   /baréré/ n tanah  yang 

bercampur batu-batu 

kecil 

barere2   /baréré/ n belibis 

barica   lihat marica 

barik   1  v berwarna-warna 

(msl hitam diselingi 

putih); corak manuk -- 

ayam yang bulunya 

berwarna-warni 

2  n lepot 

mabbarik   v berlepotan 

baringeng   /baringêng/ n 

beringin 

barisik   n baris 

mabbarisik   v berbaris 

pabbarisik   n peserta barisan 

baritu   n tikar 

barobbok   n bubur yg terbuat 

dr jagung muda dicampur 

dng sayur-sayuran 

barok   n barut 

baronang   n beronang 

barongko   n barongko 

mabbarongko   v membuat 

barongko 

baropok   lihat barepek 

baru   a baru lipak -- napake 

dia memakai sarung baru 

barubbu   n sisa-sisa makanan 

(spt biskuit, kerupuk, 

dsb); bubuk 

barubu   n angin yg meniup 

kencang di daerah pesisir 

pantai bagian barat 

Sulawesi Selatan 

barucu   v beruntun 

memmanak -- beranak 

beruntun 

baruga   n baruga 

mabbaruga mabbatang 

46 

 

mabbaruga   v membuat 

baruga 

baruga-baruga   n balai-balai 

baruk   n 1  pelapis kayu pd 

papan atau tiang perahu 

supaya kuat 

2  bahan penutup 

celah-celah perahu 

barukang   n ikan dng bentuk 

badan memanjang 25--70 

cm, kepala gepeng, 

bersungut tiga pasang, 

dua pasang pada rahang 

bawah dan satu pasang 

pada rahang atas, perisai 

kepala beralur dan 

berbintik, mempunyai 

duri pada sirip dada dan 

sirip punggung depan 

barumpung   n abu-abu (tt 

warna bulu ayam) 

baruru   n betet 

barutuk, mabbarutuk   v 

berjatuhan -- pao 

nagenrangnge mangga 

yg dia lempar berjatuhan 

basa   n bahasa 

mabbasa   v berbahasa ~ Ugi 

berbahasa Bugis 

basana   v serak; lampar 

mabbasana   v berserakan; 

berlamparan 

basi1   n cendawan 

basi2   n basi (pinggan besar) 

basing   n suling 

bassenrang   /bassênrang/ v 

melempar dng bola dsb 

ke badan orang lain (spt 

dalam permainan kasti 

dsb)bassênrang 

bassuk   a cemberut 

pabbassukeng   v suka 

cemberut 

basok   n kata sapaan kpd anak 

laki-laki dr keturunan 

bangsawan 

basong   n tampin 

bata1   a bimbang; ragu 

bata-bata   v merasa bimbang 

bata2   n bata (batu merah) 

bata3   n benteng 

bata4   n jalan raya 

bata5   n jali; enjelai 

bata (sj)6   n jagung 

bataliong   n batalion tellu -- 

tentara lao mammusu 

tiga batalion tentara pergi 

berperang 

batang1   n 1  batang 

2  batang (kata 

penggolong untuk barang 

yg panjang spt bambu 

batang2   n bentuk; wujud 

mabbatang   v mewujud; 

memperwujudkan 

engka buaja menrek -- 

ri wiring salo ero ada 

seekor buaya mewujud 

di pinggir sungai itu 

mabbatang tau bati 

47 

 

mabbatang tau   berwujud 

(secara utuh) sbg 

manusia (istilah bagi 

orang yg sudah  

menikah) iaro  kasi  

usukkukrukeng ~ 

manenni anakkuk 

tulah yang selalu 

kusyukuri, anakku 

sudah menikah semua 

batangeng   /batangêng/ n kain 

yg diisi dng kapuk untuk 

bantal atau kasur 

batara   n 1  batara 

2  sebutan untuk dewa 

atau raja 

batari   n 1  batari 

2  sebutan untuk dewi 

bate1   /baté/ n bekas iatu bolae 

-- jarikkuk rumah 

tersebut adalah bekas 

tanganku (tt hasil 

pekerjaan) 

batela   n bekas telapak kaki 

sappai --na carilah 

jejak kakinya 

bate2   /baté/ n cara ~ na La  

Muhahammak 

pakkatau-tauki La  

beddolok cara  La 

Muhammad 

menakut-nakuti La 

beddolok 

bate3   /baté/ n bendera; 

panji-panji 

batek   /baték/ n batik maega 

waju -- ribalukk ri toko 

ero banyak batik yang 

dijual di toko itu 

bateng   /baténg/ n batin dek 

gaga missengngi -- na 

taue tidak ada orang 

yang dapat  mengetahui 

batin orang 

bati1   v 1  peduli; hirau 

2  bantu; tolong -- ak 

Puang Alla Taala 

bantulah saya ya Tuhan 

Allah 

bati-bati   v menghiraukan; 

memedulikan ajak mu 

~ nasabak, tau 

ujangngeng engkau 

jangan menghiraukan 

dia karena dia orang gila 

sibati-bati   v bergaul 

(bersama); saling 

memperhatikan iaro 

anaddarae ~ wi  anak 

burane  ero gadis  itu 

bergaul (saling cinta 

mencintai) dengan pria 

itu 

bati2   n turunan -- katellunna 

garek datu Soppeng 

katanya turunan ketiga 

raja Soppeng 

abbatireng bauk 

48 

 

abbatireng   n keturunan 

madeceng-deceng 

maneng iaro ~nge 

keturunan itu rata-rata 

sukses dalam  

kehidupannya 

bati3   n wujud; pertanda; 

karakter 

mappabbati   v mewujudkan; 

menandakan 

bati4   n kesedihan (yg amat 

sangat) dek nalai ~ 

peddiku napakkuka 

panggaukenna 

kesedihanku tak 

terkirakan akibat 

perbuatannya 

batilik   n wadah (bekas) yg 

terbuat dr tempurung 

(tembaga, kuningan, 

dsb), bentuknya spt 

tempurung, ada yg 

bertutup ada yg tidak 

bating   lihat bateng 

bato-bato   n adab; akhlak 

battik   lihat ceba 

battoa   a besar -- ni anak 

matoamu anakmu yang 

sulung sudah besar 

battu   a lamban; malas tedong  

-- joppa kerbau yang 

lamban berjalan 

mabattu   v melamban 

batu   n 1  batu jokkai 

mappulung batu salo 

dia pergi memungut batu 

sungai 

2  biji manrei ~ panasa 

dia makan biji nangka 

batu pallangga   batu umpak 

batumentong   n badminton 

upoji maccule -- saya 

gemar bermain 

badminton 

batuori   v menghamburkan 

beras kpd tamu sbg tanda 

pemberian selamat 

bau   1  n aroma 

2  v cium --i anakmu 

nappa joppa ciumlah 

anakmu baru engkau 

berangkat 

mabbalu   v 1  mengeluarkan 

aroma 

2  v mencium ri runtuki 

~ makkunrai ero 

sibawa seddie woroane 

wanita  itu kedapatan 

sedang berciuman 

dengan seorang pria 

sibbau   v berciuman 

bauk1   n gelar bagi putra-putri 

raja 

bauk2   1  n baut narekko 

mulambungi aju ero 

pakeangi -- bila engkau 

sambung kayu itu pakai 

baut 

sibauk-bauk bebbek 

49 

 

2  v campur ajak mu ~i 

werreke sibawa warelle 

jangan engkau campur 

beras dengan jagung 

sibauk-bauk   a 

bermacam-macam; 

berupa-rupa ukkaju ~ 

naelli indokkuk ibuku 

membeli sayur yang 

bermacam-macam 

baulu1   n bolu 

mabbaulu   v membuat bolu 

baulu2   n ikan bandeng 

bausuk   lihat anging 

bawa   n mulut 

bawang   adv hanya; saja; 

Cuma iatu taue tau --, 

tania anakarung orang 

itu hanya orang biasa, 

bukan bangsawan 

ada bawang   perkataan saja 

gauk bawang   perilaku 

serampangan; aniaya 

baweng1   /bawêng/ n burung 

pelatuk bawang 

baweng2   /bawêng/ v hampir 

masak (tt pisang) 

bawi   n babi 

bayang   a nyata; terang 

bayonek   /bayonék/ n bayonet 

nopakkennai --na 

tentarae ri cappakna 

baddilik na tentara 

memasang bayonet pada 

ujung bedilnya 

bea   /béa/ n pajak; bea maega 

-- kennaI barakkuk 

barangku banyak 

pajaknya 

beak   lihat biek 

bebbak   /bêbbak/ v siram na -- 

kak bosi wettu lisukkuk 

pole ri sikolae saya 

tersiram oleh hujan pada 

waktu saya kembali dari 

sekolah 

patabbebbak   v 

membeberkan; 

menyebarkan ajak mu 

~i ada ero 

janganlahengkau 

membeberkan 

(menyiarkan) kata itu 

bebbe   /bébbé/ v meleleh 

bebbek1   /bêbbêk/ a gemetar --  

usedding wattakkaleku 

saya rasa badanku 

gemetar 

bebbek2   /bêbbêk/ v balut; 

bebat; perban aga mu 

--kengngi lomu apa yang 

engkau tempelkan pada 

lukamu 

mabbebbek   v membalut 

pabbebbek   n pembalut 

sibebbek   v saling lekat; 

saling tempel 

bebbek beconcang 

50 

 

bebbek3   /bêbbêk/ v serang; 

kena na-- semmeng 

anakkuk onna wennie 

anakku terserang demam 

tadi malam 

bebbi   /bêbbi/ n percikan api dr 

korek 

bebbuk1   /bébbuk/ v cabut 

mabbebbuk   v mencabut 

pabbebbuk   n pencabut 

bebbuk2   /bêbbuk/ n 1  serbuk 

2  dekan 

bebbukeng   v sudah menjadi 

bubuk aju ~ muala 

alliri kayu yang sudah 

dimakan dekan yang 

engkau ambil tiang 

bebek   /bébék/ a bodoh; dungu 

abebekeng   n kebodohan 

becak   /bécak/ n becak 

beccek   /bêccék/ n panggilan 

bagi anak perempuan 

kecil  Bugis 

beccelaung   /bêccèlaung/ n 

penganan yg dibuat dr 

tepung beras, dicampur 

kelapa muda dan gula 

pasir, lalu disangrai 

becceng   /bêccêng/ n nama 

jenis mangga 

becci-beccing  

 /bêcci-bêccing/ n 

bintik-bintik hitam pd 

pakaian atau kain krn 

tidak diterpa sinar 

matahari setelah terkena 

air atau dicuci 

beccik1  /bêccik/ n perangkap 

binatang buruan 

beccik2  /bêccik/ n garis lurus 

(biasa berupa tali kecil yg 

direntangkan) 

beccik3  /bêccik/ n aturan 

khusus untuk meluruskan 

perkara 

beccing   /bêccing/ n besi 

anak beccing   n perlengkapan 

tarian Bissu berupa 

parang yg diberi 

cincin-cincin 

beccok   /bêccok/ a galak; 

ganas; nakal 

mabeccok   v suka marah dan 

mengganggu 

beccu-beccu   /béccu-béccu/ n 

dongkrak untuk 

mengangkat dan 

meninggikan rumah kayu 

atau rumah panggung 

beccuk   /béccuk/ a kecil 

bece-bece   lihat bete-bete 

becek   /bécék/ n peti kecil yg 

biasa dipakai untuk 

menyimpan pakaian, dsb 

beconcang bela 

51 

 

beconcang   /bêconcang/ v 

berbicara dng agak ribut; 

cerewet 

becu   /bécu/ a sedikit demi 

sedikit 

mabbecu   v mencicil 

mabbecu-becu   v mencicil 

sedikit demi sedikit 

beda   /béda/ n beda aga --na 

iaro taue na iyak? apa 

bedanya orang itu dengan 

saya? 

beddak   /bêddak/ n bedak 

mawauk mani usedding 

-- na anaddara  ero 

saya cium bau bedak 

gadis itu sangat harum 

bedeng   /bédéng/ n bedeng 

(tanah gembur yang 

ditinggikan sebagai 

pematang di sawah 

be1   /bé/ p kata seru untuk 

menyatakan keheranan 

atau kekaguman 

be2   /bé/ p 1  kata seru untuk 

menyatakan rasa kesal 

hati 

2  kata seru untuk 

menyatakan keheranan, 

terperanjat, dsb 

beggok   /bêggok/ n perampok 

beka   /béka/ n orang yg 

berjambul 

bekkak1   /bêkkak/ n tumbuh 

besar 

bekkak2   /bêkkak/ a sempit; 

ketat -- wajunna 

anrikkuk baju adikku 

sudah sempit 

bekkak-bekkak   /béka-béka/ a 

tidak utuh bentuk dan 

permukaannya 

bekkang   /bêkkang/ n ulat daun 

yg berwarna-warni 

bekkaweng   lihat bakkaweng 

beke   lihat bembek 

bekkek   /bêkkêk/ a susah 

keluar 

bekkeng   /bêkkêng/ v ikat; 

balut 

mabbekkeng   v memakai 

sabuk 

pabbekkeng   n kain pembalut 

perut pakeko -- na 

marek babbuamu 

pakailah ikat pinggang 

supaya perutmu terikat 

bekku   /bêkku/ n perkutut 

macenno uninna --e 

perkutut itu nyaring 

bunyinya 

bekkumang   /bêkkumang/ n 

kuman; bakteri 

bekung   /békung/ n cagu 

bela   /béla/ n kata penyerta yg 

tidak mempunyai arti 

tertentu agatu -- ? ada 

apa gerangan? 

bela   /béla/ a jauh 10 depa 

--na jauhnya 10 depa 

siabbelang mabbengngek 

52 

 

siabbelang   v berjauhan ~ 

bolakuk na bolana 

rumahku berjauhan 

dengan rumahnya 

belabasa   /bêlabasa/ n 

penggaris yg terbuat dr 

kayu 

belala   /bélala/ n rakus makan; 

lahap 

belampelang   /bélampelang/ n 

gadis 

belasteng   /bêlastêng/ n 

belasting 

Belawa1   /bélawa/ n kecamatan 

di Kabupaten Wajo, 

Sulawesi Selatan, 

jaraknya 204 km dari 

kota Makassar 

belawa2   n kayu api 

belek   /bélêk/ v babat; tebas 

mabbelek  v membabat; 

menebas 

belerang   /bêlérang/ n belerang 

belesu   /bélésu/ n tikus 

bella   /bêlla/ n air atau kuah 

kental dr makanan (spt 

tajin, kolak, dsb); bubur 

macinnakik sedding 

manre -- lawo rasanya 

ingin makan bubur kolak 

labu 

bella bue   bubur kacang hijau 

bella lawo   bubur yg terbuat d 

labu 

belle   /bêlle/ a dusta; bohong 

bellek   n kaleng 

bellulang  n kulit binatang yg 

sudah dipotong 

bembalak  n kambing yg mirip 

domba 

bembek   /bémbék/ n kambing 

bempa   n tempayan 

bemputu   n kelayang 

bendi   /béndi/ n bendi; delman 

mabbendi   v berbendi ~ka 

nokupasa Cabbeng 

saya naik berbendi ke 

pasar Cabbeng 

pabbendi   n penarik 

(pengendara) bendi ~ 

mi ambokna tapi 

telluni anakna sarjana 

ayahnya hanya penarik 

bendi, tetapi sudah tiga 

anaknya yg sarjana 

bengka   /bêngka/ v buka 

tabbengka   v terbuka (tt 

cincin, kail, gelang, 

tangkai kacamata, dsb) 

bengkok   /béngkok/ a bengkok 

bengkoka   /béngkoka/ v remet; 

repek 

mabbengkoka   v meremet; 

merepek 

bengkolli  /béngkolli/ n liuk 

mabbengkolli   v meliuk-liuk 

bengngek   /bêngngék/ v rekah; 

buka 

mabbengngek   v merekah 

benggolok benynya 

53 

 

benggolok   /bénggolok/ n 

benggol jaji inappai 

tellu --tawaku jadi 

barulah 3 benggol 

kepunyaan saya 

bengkelek   /béngkélék/ n 

bengkel natiwii otona 

lao ri --e nasabak 

masolangi ia membawa 

mobilnya ke bengkel 

karena rusak 

bengki   /bêngki/ n jambang; 

pasu bunga 

bengkung  /béngkung/ n 

cangkul 

mabbengkung   v mencangkul 

bengnga   a kaget dan 

keheranan 

benni   /bênni/ n menir -- 

upanrengi 

manuk-manukkuk 

ayam saya berikan 

makanan menir 

lao benni   v menjadi menir 

benno   /bênno/ n jagung atau 

padi yg disangrai hingga 

meletup dan berkembang 

bennu-bennu   /bénnu-bénnu/ a 

manja 

mabbennu-bennu   v 

bermanja-manja 

benra1   /bênra/ a gembung (tt 

perut) -- sedding 

babbuakuk perutku 

rasanya gembung 

benra2   /bénra/ v bagi-bagi 

massibenra   v membagi-bagi 

maega tau -- 

appabukang kuwiring 

lalengnge banyak orang 

yg membagi-bagi 

makanan buka puasa di 

pinggir jalan 

benreng   /bênréng/ n samping; 

sisi ri -- bolakuk engka 

pong utti di samping 

rumahku ada pohon 

pisang; 

mattulak benreng   v bertolak 

pinggang; bercekak 

pinggang 

benri   /bênri/ n tepi; sudut ri -- 

na sureke di sudut surat 

benrok   /bénrok/ n buaya ganas 

bensing   n bensin 

benteng1   /bénténg/ n benteng 

rumpakni --na to 

Gowae benteng 

pertahanan orang  Gowa 

sudah tertembus 

benteng2   /bénténg/ n 

timbunan; tumpuk 

mabbenteng   v bertumpuk 

benteng3   a regang 

mabbenteng   v meregang 

sibbenteng-benteng   v 

bersitegang 

bentok   /béntok/ n cadel 

bentor   /béntor/ n becak motor 

benynya   /bênynya/ a suka 

makan banyak dng tidak 

memilih 

benynyu mabberumperung 

54 

 

benynyu   /bênynyu/ n luka 

sedikit -- ajekuk 

nakenna batu kakiku 

luka sedikit terkena batu 

beopaso   /béopaso/ n 

pemberontakan 

bepo, bepo-bepo   /bépo/ n 

burung berparuh panjang 

dan kuat, hidup di danau, 

rawa, dan lautan 

beppa   /béppa/ n kue 

beppa pute   penganan yg 

dibuat dr campuran 

tepung, gula, dan telur 

yg digoreng, lalu 

dijemur hingga putih 

bersih 

beppaja   n burung pemakan 

serangga, bertubuh kecil 

spt burung pipit 

bere   /béré/ v beri 

abbereang   berikan 

mabbere   v memberi ajak 

natakkalupa ~ sekkek! 

janganlah terlupa 

memberi zakat! 

pabbere   v pemberian dek 

namelo tarima ~ 

anakna ero tomatoae 

anak orang itu tidak 

mau menerima 

pemberian 

bere-bere   /béré-béré/ n semut 

berek1   /bêrêk/ n beras 

berek2   /bêrêk/ v terkungkung 

maberek   n orang yg selalu 

tinggal di rumah 

berek-berek   /bêrêk-bêrêk/ n 

anai-anai 

bereselleng   /bérésêllêng/ n 

salam 

mabbereselleng   v memberi 

salam 

beroci   /béroci/ n celana 

pekerja 

beropak   /béropak/ a 

serampangan 

berrek   lihat werek 

berro   /bêrro/ a congkak; 

sombong ajak 

muengkalingaI narekko 

engka napau nasabak 

tau -- janganlah engkau 

dengar apa yang 

dikatakan karena dia 

orang sombong 

berru   /bêrru/ n tumbuhan yg 

biasa dijadikan pagar 

Berru   /bêrru/ n Kabupaten di 

Sulawesi Selatan yg 

menjadi kerajaan pd 

masa lampau 

beru, cabberu1   /béru/ n 

senyum kecil 

beru2   v hias 

mabberu-beru   v menghiasi 

beru3   /bêru/ n waru 

berung   /bêrung/ v tiup 

mabberung   v meniup 

mabberumperung   v 

meniup-niup 

pabberung betta 

55 

 

pabberung   n alat yg terbuat 

dr bambu digunakan 

untuk menyalakan api 

(tt memasak dng kayu 

bakar) 

besek   /bésék/ n hamil tua 

beseng   /besêng/ n besan 

beseng-beseng  

 /béséng-béséng/ n ikan 

yg bentuk tubuhnya pipih 

memanjang, warna dasar 

tubuhnya kuning zaitun, 

ada  garis mendatar 

berwarna hijau biru 

menyusur dr tutup insang 

hingga ke batang ekor 

bessa   /bêssa/ a ramah; pandai 

bergaul; pintar bicara 

mabessa   n peramah -- mani 

rita anaddara ero 

wanita itu peramah 

sekali kelihatan 

bessarak   /bêssarak/ n 

tumbuhan 

bessek1   /bêssék/ n rekah 

mabbessek   v merekah 

bessek2   /bêssék/ n panggilan 

kpd anak perempuan 

keturunan bangsawan 

bessi   /bêssi/ n 1  besi 

2  tombak 

mabbessi   v menombak 

bessi kanjai   tombak 

penangkap ikan yg 

terbuat dr besi atau 

kawat besar (tombak ini 

ada yg bermata satu, 

dua, tiga dan ada yg 

bermata empat) 

bessik   /bêssik/ v percik 

tabbessik   v tepercik 

besso   /bêsso/ v terkena sedikit 

abbessoreng   n sasaran 

beta   /béta/ v kalah 

pabeta  v menang tuli --tu  

kumaggoliki dia  

selalu menang kalau 

bermain kelereng 

lari beta   menyingkir 

betao   /bétao/ n jenis tumbuhan 

betaweng   /bétawêng/ n jenis 

kayu 

bete-bete   /béte-bété/ n ikan 

petek 

beterek   /bétérêk/ n keadaan 

takut atau malu 

betta1   lihat wetta 

betta2   /bétta/ v mendahului 

ajak mu --i imangnge 

jangan mendahului imam 

(kalau sembahyang) 

abbettang bibi 

56 

 

abbettang   n perlombaan 

tungkek-tungkek ~ 

engka muatu pabeta 

engka muto ri beta 

dalam setiap 

perlombaan pasti ada 

yang menang dan ada 

yang kalah 

mabbettang   v berlomba 

mabbetta-bettang   v saling 

mendahului 

pabettai   v mendahului; 

berebutan 

sibetta   v saling mendahului 

betta3   /bêtta/ a nakal 

bette1   /bêtté/ v goreng --i 

canggoreng dia 

menggoreng kacang 

tanah 

abbetteang   n penggorengan 

mabbette   v menggoreng 

pabbette   n penggoreng 

bette2   /bêttè/ n penganan yg 

dibuat dr emping padi 

bettek, abbetteri   /bêttêk/ v 

menyanggupi ajak lalo 

--I sewuwae 

jama-jamang narekko 

dekpa muyaking jangan 

menyanggupi suatu 

pekerjaan jika Anda 

belum yakin 

betteng   lihat wetteng 

betti, kabetti   /bêtti/ v cubit 

makkabetti   v mencubit 

pakkabetti   n cubitan 

peddipa ~na sakit 

sekali cubitannya 

bettik   /bêttik/ a bintik 

bettu1   /bêttu/ v tembus; 

tembuk 

bettu2   /bêttu/ v letus 

mabbettu   v meletus 

bettuang   /bêttuang/ n makna; 

arti 

beu   /béu/ n yatim atau piatu 

beu puppu   yatim piatu 

biasa  a biasa; lazim; lumrah 

abiasang   n kebiasaan lele 

bulu te lele ~ kebiasaan 

sulit berubah 

pabbiasa   v membiasakan 

dek na ~ I  anakna 

manre gadde dia tidak 

membiasakan anaknya 

jajan 

bibbik   v cabik 

bibbik-bibbik  v mengambil 

daging ikan 

sedikit-sedikit; 

cabik-cabik 

mabbibbik   v mencabik 

bibek   /bibêk/ v timpa; landa na  

--i semmeng najallok 

anak-anak ero 

anak-anak itu menangis 

karena dilanda demam 

bibi1   a gemetar 

bibi-bibi   a gemetaran 

bibi2   v kebasahan 

bibi3   v didik; asuh 

bibireng bilolang 

57 

 

bibireng   n didikan 

bicara1  v bicara aga na -- tau 

ero? apa yang dikatakan 

orang itu? 

mabbicara   v berbicara 

bicara boko   gunjing; umpat 

bicara dope   kesepakatan 

berdasarkan hasil 

musyawarah 

bicara2  n hukum peradilan 

pabbicara   n 1  hakim 

2  n narator 

biccereng   /biccérang/ n bintit 

(bintil pd kelopak mata) 

--si  matakkuk mataku  

kembali bintil lagi 

bicik   n bisik 

bicik-bicik   n bisik-bisik ~i 

naengkalinga ammai 

taue bisik-bisik dia, 

nanti orang lain 

mendengarnya 

mabbicik   v berbisik 

mabbicik-bicik   v 

berbisik-bisik 

sibicik   v saling berbisik 

bidadari   n bidadari 

bidak   n sarung yg diikatkan pd 

dada atau perut 

mabbidak   v memakai sarung 

dng diikatkan pd dada 

atau perut 

bidang   n bidan 

bidara   n bidara 

biduang   n biduan magello 

sammenna --e biduan itu 

baik suaranya 

biek   /biék/ n jelih (tt lidah) 

mabbiek   v menjelihkan 

(menjulurkan lidah) 

bikka   a kemaruk 

bikung   n cantengan 

bila   n maja 

bila-bila1   n maklumat perang 

bila-bila2   n negeri bahagian 

bilala   lihat belala 

bilalak   n bilal 

bilang   v 1  hitung 

2  mempertimbangkan 

bilampilang   n tasbih 

mabbilang   v menghitung 

bilik   n bilik; kamar 

bilimpiling   a bingung 

kabbilimpiling   n 

kebingungan 

billak   lihat rellik 

bille   /billé/ v membuka sedikit 

agar tampak bagian 

dalamnya 

billok   n kilasan cahaya atau 

gerakan yg sangat cepat 

dan hanya sekejap 

cabbillok-billok   a 

berkelip-kelip 

bilo   a kosong 

bilolang pabbise 

58 

 

bilolang   n 1  perahu kecil yg 

secara tradisional 

digunakan untuk 

memancing dan 

berdagang 

2  penyalur hasil ikan 

tangkapan nelayan ke 

pasar 

pabbilolang   n orang yg pergi 

menangkap ikan 

menggunakan perahu 

bilolang 

bimbalak   lihat bembalak 

bimbarak  lihat mimbarak 

binata   n burung yg berbulu 

hijau 

bincueng   /bincuéng/ v 

mempermalukan 

bine   /biné/ n padi semaian; 

benih 

abbineng   n 1  pesemaian 

2  n semaian 

bingkak   n bikang 

bingkasak   v bocor 

bini-bini   n ikan air tawar yg 

kecil; anak ikan 

binreng   /binrêng/ n benang yg 

sangat halus pd jentera 

pemintal 

binreng   /binrêng/ a regang (tt 

tali atau kain yg ditarik 

atau direntangkan) 

bintak   v sentak; pintal 

abbintakeng   v 

menyentakkan 

mabbintak   v bermain lompat 

tali 

binting   v bawa dng tangan 

bintoeng   lihat wittoeng 

biracang   n nama jenis perahu 

birang   n betina 

mabbirang   v bersenggama 

(tt hewan) 

biratirangang   n tempat yg 

biasa dibawa, dipakai sbg 

pegangan 

biri   lihat bembalak 

biring   n pinggir; tepi -- tasi 

pinggir laut 

biribombong   n keong yg 

hidup di pesisir pantai 

yg berbatu dan 

dagingnya mengandung 

penawar untuk  

penyakit kuning 

biritta   n berita; kabar 

Biru1   n kelurahan di wilayah 

Kecamatan Tanete 

Riattang, Kabupaten 

Bone, Provinsi Selawesi 

Selatan 

biru2   n biru (tt hiasan pd baju 

atau kain) 

bisa   a manjur iaro urangnge 

-- sennak obat itu sangat 

manjur 

bisa-bisa   a keramat 

bise   /bisé/ n dayung 

pabbise   n 1  orang yg 

mendayung 

bissa mabbokka 

59 

 

2  n alat yg dipakai 

mendayung 

bissa   v cuci 

mabbissa   v 1  mencuci 

2  v cebok 

bissu   n orang suci (berjenis 

kelamin laki-laki dan 

juga tidak berjenis 

kelamin perempuan) yg 

bertugas memelihara 

pusaka dan 

melaksanakan 

ritual-ritual 

bitara   n langit 

biti   n betis 

bitok  n cacing yg berkembang 

di dalam tubuh manusia 

bitokeng   v cacingan 

bitta   v ikatan pd bilah-bilah 

bambu untuk lantai 

rumah atau balai-balai 

bambu 

bitte   /bitté/ v laga ma-- 

manuk-e ayam berlaga 

mabbitte   v berlaga 

mappabbitte   v menyabung 

bitti   n kayu yg tahan air, 

warnanya agak kuning 

aju -- kayu bitti 

bobo   v tebar 

mabbobo   v menebar (tt 

makanan yg diberikan 

pd ayam, dsb) 

bocco1   a penuh 

bocco2   n tanah yg 

berbukit-bukit 

bocco-bocco   num beberapa 

gumpal 

bocok   n kelambu 

bodak1   n kepingan bambu 

Bodak2   n nama kampung di 

Bone 

bodo   1  a pendek 

2  n model atap rumah yg 

pendek 

3  n wadah makanan yg 

terbuat dr anyaman daun 

lontar 

baju bodo   baju khas 

tradisional perempuan 

Sulawesi Selatan yg 

lengannya pendek 

boddong   n bundar 

mabboddong   v membundar 

boddong   n bayam 

boddong-boddong   n terong 

pipit (tekokak) 

bojo   n bekicot 

Bojo   n nama kampung di 

Barru 

bojjolok   n jenis tumbuhan 

bojok   a lonjong 

mabbojok   v berbentuk 

lonjong 

bok   n buku 

bok-bok   num buku-buku 

boka   n minyak kelapa 

bokang   n burung elang 

bokka   n gonggong asu ma-- 

anjing menggonggong 

mabbokka   v menggonggong 

bokkak bollosok 

60 

 

bokkak   v terkena api, bara, 

atau benda panas 

mabbokkak   n luka besar 

nabbokkak   v terkena benda 

panas 

bokkik   lihat bukkuk 

bokkong1   n gulung 

bokkong2   n rumpun 

mabbokkongeng   v 

berumpun 

boko   n belakang 

mabboko   v 1  membelakang 

2  n pergi dng suasana 

hati kurang baik; putus 

hubungan 

sibokoreng   v bertentangan 

boko-boko   n perlengkapan 

menenun yg dipasang pd 

bagian punggung 

bokong1   n ketupat 

mabbokong   v membuat 

ketupat 

bokong2   n bekal -- 

temmawari bekal yg 

tidak basi 

mabbokong   v membuat 

bekal 

pabokongi   v membekali 

bokorok   n bokor 

bola1   n rumah 

abbolang   n tempat 

mendirikan rumah 

mabbola   v membuat rumah 

sibola   n serumah 

ale bola   ruang utama pd 

rumah 

awa bola   kolong rumah 

panggung (simbol dunia 

bawah) 

bola garumparung   rumah 

orang kebanyakan, 

biasanya berpetak tiga, 

biasanya pembangunan 

dilakukan dng bantuan 

ahli adat 

coppok bola   atap 

posi bola   tiang di tengah 

rumah; pusat rumah 

bali bola   tetangga 

bola2   v simpan; taruh 

bola-bola   n kayu penyambung 

di atas tiang perahu 

tempat mengikat layar 

empat dan layar enam 

bole   /bolé/ n nama jenis bisul 

bole   /bolé/ v dapat; berhasil 

sibole-bole   v sedapat 

mungkin; sebisanya 

boli   v sadap; menyadap 

boli-boli   n botol kecil 

bollak   v beliak; membeliak 

bollo1   v 1  tumpah 

2  siram 

mabbollo   v menyiram 

tabbollo   v terjun; tertumpah 

bollo2   n kuntum bunga si-- 

bunga sekuntum 

bollo3   v dusta; bohong 

bollosok bongkalak 

61 

 

bollosok   n lauk yg terbuat dr 

santan 

bollosok tello   laut yg terbuat 

dr telur yg dimasak dng 

air santan 

bolok   n ingus 

bolokeng   v beringus 

bolok cile   ingus yg sangat 

cair, mengalir mengucur 

tanpa sadar 

bolong   lihat lotong 

bolongnge   /bolongé/ n nama 

panji-panji kerajaan 

Tanete 

bolu1   n bandeng 

bolu2   n bolu 

bolu cukke   bolu yg dibuat dr 

adonan tepung, gula 

merah, dan telur, 

dicetak pd wadah 

kecil-kecil, lalu 

dipanggang, rasanya 

manis, warnanya coklat 

tua 

bolu pecak   bolu yg dibuat dr 

adonan tepung dan 

telur, dicetak pd wadah 

kecil-kecil, dimasak pd 

air gula 

bombang   1  n ombak 

2  n motif gelombang yg 

memanjang dan 

bergulung-gulung, 

biasanya lebih kecil dp 

ombak, tetapi lebih besar 

dp riak (tt motif sarung) 

3  a belang-belang (tt 

warna benang sulam) 

mabbombang  v mengombak 

bombing1   n padi pulut 

bombing2   n pucuk daun 

bombok   n menutup 

mabbombok   v menutup 

kepala dan badan 

tabbombok   v tertutup 

bombokcillak   n nama hantu 

dalam warga  Bugis 

yg disebut sering 

m